Di Lampung Utara Belum Ditemukan Apel Amerika Terkontaminasi Bakteri

Kita akan lakukan pemeriksaan, jika ada buah Apel yang mencurigakan akan kita serahkan ke pihak Diskes untuk diteliti.

Tayang:
Penulis: anung bayuardi | Editor: Heribertus Sulis

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Koperindag), Kabupaten Lampung Utara hingga saat ini belum mendapatkan apel asal Amerika yang diduga terkontaminasi bakteri.

"Kami belum menemukan apel yang dimaksud," ujar Kadis Koperindag Lampura Rendra Yusfie, Minggu (1/02/2015). Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat setempat untuk berhati-hati jika ingin mengkonsumsi buah Apel.

Pasalnya, saat ini beredar Apel asal California, Amerika Serikat (AS) yang diduga telah terkontaminasi bakteri berbahaya dan jika dikonsumsi maka akan berdampak bukuk untuk kesehatan seseorang.

Ia mengaku surat resmi dari Pemerintah Pusat tentang pelarangan impor dan perdagangan dua jenis Apel Granny Smith dan Gala tersebut belum diterima oleh pihaknya. Namun demikian, berdasarkan informasi yang didapat dari sejumlah media, surat itu benar adanya dan pihaknya berjanji dalam waktu dekat ini akan melakukan pemantauan kesejumlah tempat perdagangan buahan baik dikios-kios pasar atau pun di minimarket yang ada. "Kita akan pantau ke penjual buah yang ada di Lampura," ujarnya.

Dalam pemantauan tersebut, lanjut Rendra, Koperindag akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dinas Kesehatan (Diskes) setempat. Sebab, pihaknya tidak dapat melakukan penelitian terhadap bakteri yang terdapat di dua jenis Apel Kalifornia itu. "Kita akan lakukan pemeriksaan, jika ada buah Apel yang mencurigakan akan kita serahkan ke pihak Diskes untuk diteliti," bebernya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan informasi yang didapat, betapa besar bahaya dari buah Apel Granny Smith dan Gala tersebut. Bahkan, dapat menimbulkan kematian bagi seseorang yang mengkonsumsinya. Oleh karnanya dirinya menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati jika ingin membeli buah Apel. "Secepatnya akan kita tanggapi permasalahan ini, karna memang sangat berbahaya jika menimpa masyarakat," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved