Demo Mahasiswa IAIN Berujung Ricuh

(VIDEO) Baku Pukul dalam Demo Tolak Pungli Mahasiswa IAIN Raden Intan

Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan yang mengatasnamakan GPMS dan UKMBSI menentang pungutan liar pembangunan masjid.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Teguh Prasetyo
tribunlampung/bayu saputra

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Peduli Syariah (GPMS) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam (UKMBSI) menggelar aksi menentang pungutan liar pembangunan Masjid Safinatul Ulum yang dimulai sejak tahun 2012 silam.

Sebab, menurut Kordinator Lapangan (Korlap) aksi Alvin Fadli, Rabu (11/3/2015) mengatakan, pembangunan masjid yang digadang-gadangkan sebagai masjid terbesar di Lampung ini, sarat pungli. "Kanapa rancu, ya kita semua diwajibkan membayar iuran berkedok sedekah untuk pembayaran masjid yang besaran sumbangannya dipatok dan ditentukan birokrat kampus," katanya.

Jika tahun sebelumnya mahasiswa baru (Maba) dan yang diwisuda wajib membayar Rp 250 ribu/ mahasiswa, maka tahun ini dinaikan Rp 500 ribu/mahasiswa.

Namun aksi damai yang dilakukan mahasiswa tersebut, tiba-tiba berubah menjadi ricuh dan anarkis. Puluhan batu melayang hingga memecahkan kaca rektorat. Kemarahan mahasiswa dipicu tindakan Asisten Pribadi (Sespri) Wakil Rektor II Idhaman Warga yang tiba-tiba melakukan pemukulan menggunakan bambu di pundak Alvin.

"Aksi kami ini mulanya damai. Kami bukan mau melakukan kekerasan, apalagi perusakan. Tapi kalau kami diprovokasi oleh pegawai yang tidak tahu aturan, jangan salahkan kami," katanya

Aksi demo yang semula aman, pada sekitar pukul 11.00 WIB berubah menjadi mencekam.Kkarena puluhan mahasiswa yang melakukan aksi akhirnya melakukan aksi swiping ke setiap ruangan mencari Idaman Warga. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved