Berbalut Pakaian Bali, Anak-anak Paud Ini Ikut Usung Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh ini diusung oleh siswa-siswa PAUD se-Kota Denpasar dengan berbalut pakaian adat Bali.

Editor: Reny Fitriani
Kompas.com/Sri Lestari
Anak-anak Paud sedang mengarak ogoh-ogoh 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, – Menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1937, Pemerintah Kota Denpasar melalui Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kota Denpasar menggelar pawai ogoh-ogoh PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kota Denpasar Taman Kota Lumintang Denpasar.

“Kegiatan pawai ogoh-ogoh ini memang diadakan setiap tahunnya, guna memupuk konsep wawasan budaya kepada anak-anak dan mengembangkan kreatifitas sejak dini serta mengenalkan budaya Bali, sehingga mereka memiliki kepribadian melalui pengenalan budaya sedini mungkin,” kata Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Denpasar, Sabtu (14/3/2015).

Sebanyak 60 ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk dan ukuran ikut serta dalam pawai ini, ogoh-ogoh ini diusung oleh siswa-siswa PAUD se-Kota Denpasar dengan berbalut pakaian adat Bali, anak-anak ini sangat antusias.

Suasana parade semakin semarak setelah parade ogoh-ogoh di lepas. Anak-anak dari usia kisaran 4-6 tahun mengusung ogoh-ogoh dan memainkan gambelan Bali sebagai pengiring ogoh-ogoh yang dibawakan.

“Dengan memperkenalkan budaya sejak dini diharapkan anak-anak memiliki karakter dan memahami tentang makna budaya Bali salah satunya melalui perayaan Hari Suci Nyepi lewat gelaran parade ogoh-ogoh setiap tahunnya, serta diharapkan parade ini dapat memupuk rasa kebersamaan sejak dini,” tambahnya.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Denpasar Ni Made Aryaningsih mengatakan, tujuan dari parade ogoh-ogoh yang dilaksanakan setiap tahunnya untuk memupuk rasa cinta seni budaya sejak dini, serta memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang makna perayaan Hari Suci Nyepi.

"Kami memberikan mereka kesempatan untuk mengenal budaya Bali sejak dini, baik dalam kegiatan perayaan Hari Suci Nyepi, maupun memberikan ruang kreativitas lewat kegiatan budaya lainnya," ujar Aryaningsih.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved