Pembunuhan di Tanjungkarang Barat

Pembunuh Istri Eks Legislator: Sudah Punya Suami, Malah Menikah Lagi

Nita, satu dari dua tersangka pembunuhan istri mantan anggota DPRD Bandar Lampung, ternyata melakukan praktik polyandri.

Tayang:
Penulis: wakos reza gautama | Editor: taryono
Tribun Lampung/Wakos
Yunita Amelia, tersangka pembunuhan istri mantan anggota DPRD Bandar Lampung Muhzan Zein, adalah keponakan Muhzan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Nita, satu dari dua tersangka pembunuhan Suharningsih, ternyata melakukan praktik polyandri. Ia masih berstatus istri dari seorang pria yang kini bermukim di Bogor, namun nekat menikah dengan Darwin.

Berikut ini wawancara Tribun dan beberapa orang lainnya dengan Nita di ruang kerja Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kamis (2/4).

Kemarin kamu ada masalah di Polres Lampung Selatan? "Iya."
Ditahan? "Nggak."
Masalahnya apa? "Karena menikah dengan Darwin."
Terus dilaporan sama suami kamu? "Iya."
Suami kamu di mana sekarang? "Di Bogor."
Kamu sudah punya suami kok kawin sama orang lain? "Karena suami saya yang pertama nggak ngasih nafkah sudah dua tahun."
Kok bisa tergoda oleh Darwin? "Dia ngajak dan membujuk saya."
Sudah kenal lama dengan Darwin? "Satu tahun."
Alasan kamu merampok apa? Kebutuhan ekonomi atau sakit hati? "Diajak suami saya."
Sakit hati, ya? "Suami saya sakit hati ke Muhzan (suami korban, red)."
Kenapa? "Muhzan paksa Darwin talak cerai saya agar urusan di Lampung Selatan bisa selesai."
Kalau sakit hati, kamu kok bawa mobil, perhiasan, HP, dan TV? "Darwin yang nyuruh saya. Katanya, sudah, ambil saja semua barang-barangnya. Saya tadinya nggak berani, tapi saya diancam."
Diancam kenapa? "Saya juga mau dibunuh sama dia kalau nggak ikut maunya."
Yang eksekusi tante kamu siapa? "Darwin, dia yang mukul."
Pakai apa? "Besi atau pisatu atau dibenturin? Pakai linggis."
Kamu lihat? "Nggak. Saya ada di belakang karena habis ngobrol sama Tante Ningsih."
Sudah direncanakan? "Iya, sudah direncanakan sejak dari rumah."
Yang siapin minum siapa? "Tante Ningsih."
Suami kamu kerja di mana? "Tadinya dia ngaku sama saya Brimob. Ngakunya juga dia masih sendiri."
Kamu PNS, ya? "Iya. Di Rumah Sakit Umum Bagian Bedah."

Istri Mantan Legislator Ternyata Dihabisi Keponakan Sendiri

Teka-teki siapa pembunuh Suharningsih, istri mantan anggota DPRD Bandar Lampung Muhzan Zein, terjawab sudah. Polisi meringkus dua tersangka perampokan yang disertai pembunuhan tersebut hanya dalam waktu tiga hari.

Salah satu tersangka ternyata seorang wanita yang merupakan keponakan Muhzan. Wanita bernama Yunita Amelia (28) itu adalah seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di bagian bedah Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

Polisi menangkap Nita di tempat kosnya di daerah Pahoman, pada. Kamis (2/4) siang. Satu tersangka lainnya adalah suami Nita bernama Darwin. Petugas meringkus Darwin di rumahnya di Jalan Harapan 7, Kelurahan Way Kandis, Tanjung Senang.

Polisi juga menyita beberapa barang yang dicuri oleh kedua tersangka dari tempat kos Nita. Barang bukti itu berupa satu unit mobil Toyota Agya warna putih, satu unit televisi, beberapa unit telepon genggam, dan satu buah senjata api mainan.

Para tersangka mengubah pelat nomor kendaraan mobil Agya. Selain itu, Darwin dan Nita memasang stiker bertuliskan "SADIS" di bagian kaca belakang. Para tersangka juga mengelupas cat warna hijau di dashboard mobil.

"Motif pembunuhan untuk sementara sakit hati tersangka Nita kepada keluarga korban," papar Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Dwi Irianto kepada wartawan. Menurut Dwi, untuk saat ini tersangka berjumlah dua orang.

"Eksekutornya adalah Darwin, sedangkan Nita ikut membantu mengambil barang-barang dari dalam rumah korban," papar Dwi. Menurut dia, petugas terpaksa menembak Darwin karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Nita mengakui bahwa pembunuhan itu dilatarbelakangi rasa sakit hati Darwin terhadap Muhzan. Nita menceritakan, Muhzan memaksa Darwin untuk menandatangani surat talak cerai terhadap Nita.

Alasan Muhzan memaksa cerai, kata Nita, agar masalah Nita dengan suami sebelumnya selesai. Nita dilaporkan oleh suami sebelumnya ke Polres Lampung Selatan karena menikah dengan Darwin, sementara Nita dan suami sebelumnya belum resmi bercerai.

Awalnya, Darwin mengaku sebagai anggota Brimob dan status belum beristri. Hal itulah yang membuat Nita mau menikah dengan Darwin. Ditambah lagi, suami Nita sebelumnya sudah lama tidak memberi nafkah.

Paksaan untuk bercerai yang diajukan Muhzan itu ditolak mentah-mentah oleh Darwin. "Atas dasar itulah Darwin berniat membunuh Muhzan," kata Nita.

Darwin dan Nita pun merencanakan pembunuhan Muhzan. Nita mengaku terpaksa mengikuti kemauan Darwin karena dipaksa. "Saya diancam mau dibunuh apabila tidak ikut merampok dan membunuh Muhzan," terangnya.

Kedua pelaku akhirnya datang ke rumah Muhzan dengan tujuan menghabisi mantan legislator tersebut. Mereka pura-pura bertamu dan disambut oleh Suharningsih. Pada saat itu, Muhzan sedang tidak ada di rumah. Suharningsih hanya seorang diri.

"Awalnya berniat membunuh Muhzan tapi karena tidak ada maka istrinya yang jadi sasaran," papar Nita. Menurut Nita, ia awalnya mengajak Suharningsih mengobrol di ruang belakang. Setelah itu, Suharningsih beranjak ke ruang tamu.

Di ruang tamu itulah, Darwin menghabisi nyawa Suharningsih. Menurut Nita, Darwin memukul kepala Suharningsih memakai linggis. Tidak hanya itu, lanjut dia, Darwin menjerat leher tantenya itu memakai tali plastik.

"Saya tidak melihat saat Darwin membunuh tante saya. Posisi saya waktu itu di belakang," paparnya. Darwin lalu menyuruh Nita membawa barang-barang yang ada di rumah Muhzan. Nita mengambil barang-barang tersebut. Nita juga yang membawa mobil Toyota Agya milik Muhzan.

Keterangan Berbeda

Namun, keterangan berbeda dibeberkan Darwin. Ia justru menuding balik Nita yang mengajak untuk merampok Muhzan. Darwin mengatakan, Nita pula lah yang mengajak dirinya ke rumah Muhzan.

Alasan yang diberikan Darwin pun berbeda dengan Nita. "Kami butuh uang untuk bayar kontrakan rumah. Makanya merampok," tutur Darwin.

Darwin mengakui bahwa ia yang memukul kepala Suharningsih memakai linggis. Sebelumnya, Darwin sempat membeli tali plastik di warung. Tali plastik itu digunakan Darwin untuk menjerat leher Suharningsih.

Keluarga Muhzan Emosi

Sementara Muhzan Zein sekeluarga tampak tak percaya saat mengetahui salah satu tersangka pembunuhan istrinya adalah Nita, keponakan sendiri. Muhzan bersama para keluarga langusng datang ke Polresta Bandar Lampung begitu mengetahui penangkapan tersangka pembunuh Suharningsih.

Awalnya Muhzan tidak mengetahui bahwa salah satu tersangka adalah Nita. Muhzan melihat mobil Toyota Agya yang diambil dua tersangka. Tak berapa lama, ada salah satu kerabatnya menunjukkan foto tersangka ke Muhzan.

Ekpresi wajah Muhzan langsung terkejut. "Itu Nita keponakan saya," papar dia sembari menahan tangis. Muhzan seperti tidak percaya bahwa tersangkanya adalah Nita. Muhzan pun langsung terduduk lemas mengetahui Nita adalah tersangka pembunuh istrinya.

Saat berbincang dengan Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Dwi Irianto, Muhzan kembali mengungkapkan ketidakpercayaannya. Ia mengatakan, sering membantu Nita ketika ada masalah. "Saya yang menyelamatkan dia. Saya yang kasih duit," paparnya.

Para keluarga Muhzan pun terpancing emosinya begitu melihat Nita dibawa ke ruang Kepala Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya. Para kerabat langsung mencaci Nita.

Begitu juga yang dialami Darwin. Polisi sudah menjaga Darwin agar tidak menjadi sasaran amuk keluarga Muhzan. Salah satu keluarga Muhzan sempat melayangkan bogem mentah ke Darwin. Para keluarga juga mengeluarkan kata-kata makian ke Darwin.(kos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved