Tega Sekali, Dua Tahun Istri Rantai Suami Lansia di Gubuk Kayu
Seorang istri tega sekali merantai suaminya dan membiarkannya kelaparan di sebuah gubuk kayu selama 2 tahun.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Seorang istri di Huayuan, Peru, tega sekali merantai suaminya dan membiarkannya kelaparan di sebuah gubuk kayu.
Dikutip dari Metro, Senin (20/5/2015), pria yang bernama Pablo Tamariz Coraquillo (86) itu diperlakukan bak tahanan selama dua tahun.
Untung saja hidup nestapa tak berlanjut. Pasalnya, pemerintah yang mendengar kabar buruk itu mengutus tim untuk meluncur ke gubuk dan menemukan kakek itu dalam kondisi lemah dan linglung.
Tak lama kemudian, sang tua renta itu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Adapun pihak pemerintah berencana mencarikan tempat yang layak dan pantas baginya.
Pejabat itu mengimbuhkan bahwa sang istri tidak memberikan alasan yang jelas mengapa dia merantai dan mengurung suaminya. Hanya saja, dia mengatakan tindakan itu dilakukan demi kebaikan suaminya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pablo-tamariz-coraquillo-86_20150420_131401.jpg)