Eksekusi Mati
Truk Isi Kursi dan Tenda Berseliweran Jelang Eksekusi
Pelaksanaan eksekusi semakin dekat, persiapan pun mulai dilakukan. Sebuah media Australia memantau kegiatan bongkar muat
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, CILACAP - Pelaksanaan eksekusi semakin dekat, persiapan pun mulai dilakukan. Sebuah media Australia memantau kegiatan bongkar muat yang terlihat Sabtu (25/04/2015) pagi ini di Cilacap, Jawa Tengah.
Sebuah truk berisi tumpukan kursi dan rangka-rangka tenda dijumpai di pelabuhan Cilacap. Truk tersebut kemudian meninggalkan pelabuhan dengan kapal ferry menuju pulau Nusakambangan.
Menurut pengakuan sang supir truk, muatan tersebut diperintahkan untuk diantar ke sebuah lapangan dekat pos polisi di Nusakambangan, belakang lapangan tembak.
"Kursi dan tendanya sudah dibooking sampai tanggal 28 April, tapi saya tidak diberitahu mau dipakai untuk apa," akunya.
Sumber meyakini bahwa barang-barang itu akan digunakan pada hari eksekusi tersangka kasus Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang kabarnya akan dieksekusi dalam waktu dekat.
Tersangka kasus penyelundupan narkoba kini memang sedang menanti jadwal eksekusi mati mereka. Sebelumnya, beberapa kedutaan dari negara asal tersangka serta jaksa eksekutor sudah mendapat surat pemberitahuan mengenai pertemuan untuk persiapan eksekusi di Cilacap.
Sebelumnya, Utomo Karim, salah seorang pengacara terpidana mati asal Nigeria kepada The Sydney Morning Herald menjelaskan tentang surat berisi pemberitahuan tentang jadwal pertemuan Sabtu (25/04/2015) di Nusakambangan sudah diterima oleh kedutaan Australia dan Nigeria.
Surat tersebut diyakini akan menjadi ancang-ancang untuk eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang diperkirakan dilaksanakan tiga hari setelah jadwal pertemuan.
"Bisa jadi Senin atau Selasa," katanya kepada The Sydney Morning Herald. Teorinya ini berangkat dari pengalaman Karim Utomo, yang sempat mewakili terdakwa asal Brasil Marco Moreira. Sebelum Moreira dieksekusi, kedutaan sempat dikabari soal waktu pelaksanaan hukuman itu. "Eksekusinya Sabtu malam, sementara kedutaan Brazil dikabari Rabu (14/01)," jelas Utomo.
Menurut teori yang didasari dari pengalaman eksekusi tersangka asal Brazil, eksekusi bisa jadi dilaksanakan Senin atau Selasa. Namun, semua tergantung oleh hasil keputusan banding Zainal Abidin yang kemungkinan baru bisa difinalisasi Senin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sepupu-terpidana-mati-brasil_20150425_180626.jpg)