Headline News Hari Ini
KMP Mutiara Persada I Tersangkut 14 Jam, 574 Penumpang Menginap di Kapal
"kami kaget karena tiba-tiba ada suara 'gluduk' seperti kapal melindas sesuatu. Belakangan diketahui ternyata terumbu karang"
Penulis: Beni Yulianto | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sebanyak 574 orang penumpang KMP Mutiara Persada I terpaksa menginap di tengah laut sekitar Pulau Dua pada Minggu hingga Senin (27-28/4). KMP Mutiara yang baru berlayar sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak, terempas angin kencang lalu tersangkut di karang sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu. Penumpang baru dievakuasi Senin pagi pukul 07.00 WIB, sedangkan kapal ditarik pukul 13.00 WIB.
Seorang penumpang KMP Mutiara Persada, Rahman, menuturkan, saat kejadian sekitar pukul 22.00 WIB, sebagian besar penumpang mulai tertidur. KMP Mutiara baru 30 menit meninggalkan Pelabuhan Bakauheni.
"Tapi, kami kaget karena tiba-tiba ada suara 'gluduk' seperti kapal melindas sesuatu. Belakangan diketahui ternyata terumbu karang. Saat itu kapal miring dan tidak bergerak," kata Rahman, Senin kemarin.
Kemudian, ada pengumuman dari awak kapal menggunakan mikrofon bahwa kapal dalam posisi di atas karang, tetapi kondisi aman dan penumpang diminta tidak panik.
Mendengar pengumuman itu, penumpang kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.
Sebagian besar penumpang memilih tidur. "Jam 11 malam katanya mau ditarik, tapi ternyata tidak bisa karena posisinya berada di atas karang kering. Waktu terlindas juga ada suara krek," ungkap pengacara yang menangani anggota DPRD Pesawaran Johny Corne dalam perkara penipuan ini.
Pagi-pagi saat matahari terbit, sekitar pukul 07.00 WIB, penumpang kapal mulai dievakuasi. Pagi itu pula Rahman baru bisa melihat jelas posisi kapal yang berada di atas karang. Menurut Rahman, lampu mercusuar yang tak jauh dari kapal juga roboh terlindas.
"Ternyata memang pas ada di atas karang putih itu. Kami kaget kok bisa ya sampai menara mercusuar roboh ditabrak," kata dia.
Penumpang lainnya, Andi, mengatakan, kapal terasa bergetar saat menabrak karang. Kemudian, kapal terhenti seketika. "Saat itu sekitar pukul 22.00 WIB. Kapal baru berlayar ke Pelabuhan Merak," ujar Andi, Senin pagi.
Upaya evakuasi penumpang dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB, menggunakan dua kapal patroli milik Polair dan 1 unit kapal tug boat (penarik) milik ASDP Cabang Bakauheni. Para penumpang yang dievakuasi ditempatkan di lobi ruang tunggu Pelabuhan Bakauheni. Sementara sebagian penumpang, yang memiliki kendaraan, bertahan di kapal menunggu evakuasi kapal.
Pantauan Tribun, kekhawatiran terlihat jelas pada wajah para penumpang pejalan kaki KMP Mutiara yang dievakuasi. Sebagian dari mereka pun terlihat lelah karena "menginap" di tengah laut. "Kita para penumpang sempat panik. Apalagi evakuasi baru bisa dilakukan pada pagi hari. Tapi petugas kapal menenangkan penumpang. Mereka mengatakan kondisi kapal aman," ungkap Andi.
Setelah dievakuasi, penumpang pejalan kaki langsung dialihkan ke kapal lainnya yang hendak berlayar ke Merak. Selama menunggu, para penumpang diberikan makanan oleh PT Athosin Lampung Pelayaran (ALP) selaku pemilik KMP Mutiara Persada I. "Untuk tanggung jawab sosial sudah kita lakukan. Para penumpang sudah kita beri makan mulai malam saat masih di kapal lalu pagi dan siang hari," ujar perwakilan PT ALP di Bakauheni, Putra Anto.
Menurut Outra Anton, insiden ini bukanlah kecelakaan. Sebab, kondisi kapal setelah tersangkut di karang tidak mengalami kerusakan. "Ini murni karena cuaca ekstrem," ujarnya sembari memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
KMP Mutiara Persada I akhirnya bisa dievakuasi pada sekitar pukul 12.30 WIB. Upaya evakuasi baru bisa dilakukan saat laut mengalami pasang. Kapal kemudian diarahkan sandar di Dermaga V Pelabuhan Bakauheni guna bongkar muatan kendaraan.
"Kita sudah coba untuk evakuasi kapal pada pagi hari, tapi gagal. Evakuasi baru bisa dilakukan saat air laut pasang," terang Manajer Operasional PT ASDP Cabang Bakauhenia, Heru Purwanto kemarin.
Ia mengatakan, KMP Mutiara Persada I mengangkut 574 orang penumpang. Baik penumpang pejalan kaki maupun di dalam kendaraan.
Sementara untuk muatan kendaraan yang diangkut ada 50 unit, yakni 10 pikap, dua sepeda motor, 7 truk fuso, 2 bus, 7 tronton, 2 trailer, dan 31 truk colt disel.
Menurut Heru, meski KMP Mutiara kandas di Pulau Dua yang merupakan jalur keluar kapal dari Bakauheni, namun hal itu tidak mengganggu alur penyeberangan Selat Sunda. "Pelayanan tetap berjalan normal," katanya. (ben/ded)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penumpang-kmp-mutiara-persada_20150427_102354.jpg)