Artis Ditangkap Kasus Prostitusi

Maia Estianty: Prostitusi Artis, Ada yang Pengin Instant kaya

Kemudian ada prostitusi online, jadi seakan-akan semua artis seperti itu, padahal enggak.

KOMPAS.com/THALIA SHELYNDRA WENDRANIRSA
Maia Estianty menjadi pembicara dalam diskusi yang diadakan oleh pihak Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/05/2015), berkait dengan kasus bisnis prostitusi online yang disebut-sebut melibatkan sejumlah artis dan model sebagai pekerja seks komersial (PSK). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Artis musik Maia Estianty (39) berpendapat, sebagian artis yang juga menjadi pekerja seks komersial (PSK) dalam bisnis prostitusi online telah merusak citra artis secara keseluruhan. Maia juga menyayangkan mengapa ada artis yang mengambil jalan pintas dengan menjadi PSK untuk mendapatkan uang lebih banyak.

"Setelah mendengar atau mengetahui ada kasus, kemudian melibatkan kalangan artis, aku sebagai seniman, artis, sangat prihatin, karena lagi-lagi artis itu kena kasus, sehingga mencoreng nama artis (secara umum). Padahal, tidak semua artis itu mempunyai kelakuan yang buruk. Kemudian ada prostitusi online, jadi seakan-akan semua artis seperti itu, padahal enggak," kata perempuan yang biasa dipanggil Bunda Maia ini kepada para wartawan yang hadir pada diskusi yang diadakan oleh pihak Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/05/2015).

"Karena nila setitik, rusak susu sebelangga," kata ibu tiga anak laki-laki ini lagi.

Namun, ia berharap, masyarakat Indonesia bisa berpikiran terbuka sehingga tidak pukul rata menilai para artis.

"Karena banyak artis yang baik-baik, yang mau berusaha, berusaha dengan berdarah-darah, bekerja dari nol dulu kemudian menjadi sukses," ucap Maia.

"Masih banyak artis, misalnya seperti saya lah, mau berusaha, ibaratnya mau usaha dari nol. Misalnya, oke, let's say, di musik bosen, alih usaha dong jadi pengusaha. Enggak semua artis itu jelek," tekannya.

Maia mengaku tidak mengerti soal faktor-faktor mempengaruhi artis-artis itu memilih jalan prostitusi.

"Kalau faktor utama kan aku bukan pelaku ya, aku enggak tahu. Tapi, kira-kira, menduga saja, misalnya, bisa jadi karena gaya hidup. Artis itu kan tuntutan hidupnya mewah ya, harus gonta-ganti baju, harus pakai mobil mewah, harus pakai jam tangan mewah harus make-up-nya on terus. Nah, itu kan mungkin ada artis yang satu, memang hobi, hobi melakukan perbuatan asusila, satu lagi memang tuntutan hidup, pengin instant kaya. Ada lagi yang mungkin terpaksa, yang menjadikan artis sebagai kedok. Jadi, itu kembali lagi kepada masing-masing artis," kata Maia.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved