Chelsea Islan Prihatin Penderita Kanker Payudara di Indonesia Meningkat

“Saya ingin menginspirasi dan mengedukasi teman-teman diluar sana untuk melakukan pemeriksaan dini kanker payudara," ujarnya

Editor: martin tobing
KOMPAS.com/YULIANUS FEBRIARKO
Artis peran Chelsea Islan (20) berpose usai jumpa pers di sela-sela shooting film Love You... Love You Not, di Gedung Arsip Nasional, Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Artis Chelsea Elizabeth Islan (20) ini menyampaikan keprihatinannya dengan peningkatan jumlah penderita kanker payudara di Indonesia. Terlebih, ibunya, Samantha Barbara juga pernah menderita kanker.

Lantaran hal itulah, Chelsea tidak menolak ketika digandeng menjadi duta kanker payudara untuk komunitas Lovepink.

“Aku sudah ikut (komunitas Lovepink) sejak lama dan sempat juga berpartisipasi dalam acara Jakarta Goes Pink (JGP) yang pertama kali digelar pada 2014 lalu,” ungkap perempuan berparas ayu ini.

JGP adalah sebuah program yang dibuat oleh komunitas Lovepink yang kini diketuai oleh ibunda Chelsea, untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kanker payudara di Indonesia.

Komunitas yang anggotanya adalah pejuang dan penyintas (survivor) kanker payudara ini didirikan tahun 2012 silam oleh Shanti Persada dan Madelina Mutia.

Kanker payudara menurut Chelsea dapat menyerang siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Itulah mengapa, sebagai bagian dari generasi muda, sulung dari dua bersaudara ini ingin menyebarluaskan pentingnya melakukan pemeriksaan dini payudara. Karena ketika semakin cepat diketahui adanya kanker, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

“Sebagai anak muda, saya ingin menginspirasi dan mengedukasi teman-teman diluar sana untuk melakukan pemeriksaan dini kanker payudara atau yang disebut dengan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).”

“Early detection saves lives, kita harus aware dan mencegahnya sedini mungkin. Saya ingin anak-anak muda belajar akan hal ini karena memang sangat penting".

Selain itu, ubah gaya hidup, makan makanan sehat dan jangan lupa olahraga,” kata perempuan kelahiran Amerika Serikat, 2 Juni 1995 itu. (Tabloidnova.com / Edwin)

Sumber: Tabloid Nova
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved