Kucing Menderita Diare Tak Kunjung Sembuh
Saya mau tanya, saya punya kucing saat ini menderita diare sudah saya beri obat diare dari pet shop bentuknya obat tetes tapi masih belum sembuh.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Dokter Hewan. Saya mau tanya, saya punya kucing saat ini menderita diare sudah saya beri obat diare dari Pet Shop, bentuknya obat tetes tapi masih belum sembuh. Sekarang saya belikan obat diare dari Pet Shop lainnya bentuknya kapsul. Setelah saya berikan obat diare yang kapsul kucing saya muntah lagsung yang isinya ada cacingnya dan ada bentuk aneh kaya cacing putih tapi besar. Jadi kenapa kucing saya ini? Terima kasih atas penjelasannya.
Pengirim: +6285769845xxx
Pemberian Cairan Pengganti Sangat Diperlukan
Mencret, atau diare merupakan salah satu bentuk abnormalitas defekasi (buang air besar), berupa peningkatan frekuensi defekasi dan disertai perubahan konsistensi feses menjadi lebih lembek bahkan cair.
Diare pada kucing dapat saja terjadi disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari sensitifitas terhadap jenis makanan tertentu, keracunan, juga penyakit infeksi yang disebabkan karena bakteri, virus maupun parasit misalnya amoeba dan cacing.
Muntah merupakan gerak reflek (gerakan tidak sadar, yang diatur dalam hipotalamus otak) atau usaha tubuh untuk mengeluarkan makanan yang berada di dalam lambung melalui mulut. Khusus pada kucing seringkali mempunyai kebiasaan memakan rumput dalam jumlah sedikit, hal ini juga memicu terjadinya muntah.
Gejala muntah dapat diakibatkan beberapa hal di antaranya isi lambung yang terlalu penuh, menelan benda asing (misalnya terdapat sekumpulan bulu yang mengotori makanan), menelan tulang atau duri yang melintang (tersangkut) di kerongkongan, menelan bahan bahan yang mengandung racun (makanan basi, memakan katak beracun, memakan tikus yang mati akibat diracun dll), infeksi pada daerah lambung (yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus) termasuk infestasi cacing pada lambung.
Untuk dapat menentukan diagnosa (penyebab sakit) penyakit yang diderita kucing anda perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh Dokter Hewan, baik pemeriksaan fisik atau jika diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Sampel cacing pada saat muntah dapat dibawa untuk dilakukan identifikasi jenis cacing yang menyerang kucing anda, sebab ada banyak sekali jenis cacing yang dapa menyerang kucing. Dengan identifikasi cacing yang tepat maka penentuan obat cacing juga akan benar dan efektif.
Karena obat cacing dikelompokkan dalam obat keras, sebaiknya tidak memberikan obat cacing kucing tanpa pengawasan Dokter Hewan, apalagi menggunakan obat cacing manusia, sebab sebagian cacing pada kucing tidak akan mati dengan obat cacing manusia.
Untuk itu saya sarankan segera bawa dan periksakan kucing anda ke Dokter Hewan Praktek untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Pada saat hewan menderita sakit dengan gejala muntah dan diare, menyebabkan kondisi hewan lemah, sumber energi tidak tercukupi, sehingga kucing menjadi lesu, lemah dan menjadi tidak aktif dan menyebabkan dehidrasi akibat hilangnya cairan tubuh.
Pemberian cairan pengganti sangat diperlukan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan mencret. Terapi cairan yang paling ideal dilakukan adalah dengan infus.
Sedangkan untuk penanganan (pengobatan) lanjutan disesuaikan dengan diagnosa penyakit atas dasar pemeriksaan yang dilakukan Dokter Hewan.
Drh. Sugeng Dwi Hastono
Dokter Hewan Praktek