BPJS Kesehatan Buat Nila Tak Khawatir Berobat

MESKI baru hadir kurang dari dua tahun, manfaat BPJS Kesehatan sudah dirasakan oleh para pesertanya.

BPJS Kesehatan Buat Nila Tak Khawatir Berobat
Tribun Lampung/Gustina Asmara
Layanan BPJS Kesehatan di RS Imanuel Bandar Lampung, (13/10) 

MESKI baru hadir kurang dari dua tahun, manfaat BPJS Kesehatan sudah dirasakan oleh para pesertanya. Baik itu peserta yang iurannya ditanggung oleh pemerintah, maupun yang membayar sendiri iurannya.

Hal ini setidaknya diungkapkan Nila Nirwana, penderita kanker tiroid di Bandar Lampung. Ia menceritakan sudah cukup lama menderita kanker tersebut. Namun baru diketahui sejak 8 tahun lalu. Semula ia tidak mau sering-sering memeriksakan kesehatannya, karena khawatir biaya berobatnya besar.

Ia mengaku selama ini menggunakan biaya pribadi untuk berobat. Biaya tersebut dari suami dan anak-anaknya. Sebab, ia hanya seorang ibu rumah tangga saja. Sekali berobat, terus dia, bisa mencapai jutaan rupiah. Karena harus melakukan banyak pemeriksaan dan uji laboratorium.

"Namun kemudian anak-anak saya berkata bahwa saya dan suami memiliki kartu Askes (sekarang berubah jadi BPJS Kesehatan), jika memakai kartu tersebut, biaya-biaya akan lebih ringan. Akhirnya saya mengikuti saran anak-anak. Iya ternyata benar, Alhamdulillah untuk pemeriksaan dan tes-tes laboratorium yang biasanya saya bayar jutaan rupiah, jadi tidak bayar sama sekali," ujarnya bercerita.

Kini, terus dia, kalau mau berobat-obat, ia tidak khawatir lagi biayanya akan besar. "Tinggal datang saja ke rumah sakit dan tidak keluar biaya," kata dia. Selain itu, prosedur berobatnya juga sama seperti saat dia bayar pribadi. "Salah satu alasan saya tidak mau berobat dengan kartu Askes karena saya menilai prosedur berobatnya berbelit-belit dan pelayanannya kurang maksimal. Namun, saat ini, ternyata pelayanan kesehatan dengan kartu ini sudah lebih baik," kata dia.

Hal senada diungkapkan Popi. Wanita berusia 40 tahun ini menderita gagal ginjal. Kondisi tersebut membuatnya harus melakukan cuci darah setiap dua minggu sekali. Namun terusnya, ia tidak pernah merasa khawatir untuk bayarannya. Karena semua sudah ditanggung oleh asuransi dari BPJS Kesehatan.

"Suami saya dari kantornya ikut BPJS Kesehatan. Ya setiap berobat, hanya datang saja ke rumah sakit, cuci darah setelahnya tidak keluar biaya. Ya senang sekali, jadi suami tidak pusing memikirkan biaya berobat saya," ujarnya.

Manfaat dari kehadiran BPJS Kesehatan tidak saja dirasakan oleh masyarakat, namun juga pihak rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. Sebab, sejak adanya BPJS Kesehatan, jumlah pasien yang berobat melonjak. Bahkan, mayoritas pasien berasal dari peserta BPJS Kesehatan.

Hal ini salah satunya diungkapkan Direktur Rumah Sakit Imanuel Ruth Mariva SpS yang diwakilkan bagian humas Alquirina Supriati SIKom. Menurutnya, sejak menjadi mitra BPJS Kesehatan pada awal 2014 lalu, jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit terus meningkat.

Hal ini, terusnya, memberikan manfaat yang besar bagi rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan di Imanuel. Rumah sakit jadi terus melakukan pembenahan, meningkatkan fasilitas, juga menambah tenaga dokter.

Halaman
123
Penulis: Gustina Asmara
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved