Buruh Tewas di Pelabuhan Panjang
Aroma Menyengat Kapal Bikin Kepala Sanuri Pusing
Sanuri berlari meninggalkan teman-temannya karena tidak kuat menghirup gas sawit.
Penulis: wakos reza gautama | Editor: martin tobing
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dua buruh Pelabuhan Panjang tewas sesaat melakukan bongkar muat di kapal KM Horai, Selasa (27/10/2015) pagi. Dua buruh yang tewas adalah Udin dan Jumen.
Tiga buruh lainnya sempat kritis yakni Sanuri, Nuriti, dan Muhidin kini kondisi mereka mulai membaik di ruang unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek.
Sanuri mengatakan, awalnya KM Horai bersandar di dermaga Pelabuhan Panjang sekitar pukul 08.00 WIB. Kapal tersebut mengangkut bungkil sawit.
Begitu palka dibuka, Nuriti dan Muhidin langsung turun ke kapal untuk melakukan bongkar muat. Pada saat itu, Nuriti dan Muhidin pingsan.
Melihat hal tersebut, Udin dan Jumen menolong kedua orang tersebut.
"Ternyata Udin dan Jumen juga pingsan. Saya melihat hal itu lalu saya mau menolong mereka," kata Sanuri kepada wartawan, Selasa (27/10/2015).
Namun aroma menyengat dari dalam kapal, kata Sanuri, membuat kepalanya pusing dan pandangan gelap.
Sanuri berlari meninggalkan teman-temannya karena tidak kuat menghirup gas sawit.
Sanuri memanggil pihak keamanan. Pihak keamanan membawa empat buruh keluar dari dalam kapal.
Saat dalam perjalanan ke Puskesmas Panjang, Udin dan Jumen tewas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/buruh-tewas_20151027_123519.jpg)