Begini Jadinya Jika Petugas Upacaranya Anak Berkebutuhan Khusus

Saat membaca, Hilal melewatkan beberapa paragraf sehingga pembacaan pembukaan UUD 1945 menjadi kurang sempurna.

Kompas.com/ Syahrul Munir
Upacara bendera di Madrasah Ibtida'iyah (MI) Ma’arif Keji, Desa Keji, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (2/11/2015). Tidak seperti biasanya, upacara bendera kali ini hampir sebagian besar petugasnya merupakan siswa dari anak berkebutuhan khusus. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNGARAN - Nasionalisme bukan hanya milik orang-orang normal, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) juga berhak untuk menyandang predikat itu.

Mungkin itulah begitulah yang akan ditunjukkan dari kegiatan upacara bendera di Madrasah Ibtida'iyah (MI) Ma’arif Keji, Desa Keji, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (2/11/2015).

Tidak seperti biasa, upacara bendera kali ini hampir sebagian besar petugasnya merupakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Mulai dari pembawa acara, pemimpin regu, pembaca UUD 1945, pembaca janji siswa dan pembaca teks Pancasila semua adalah siswa berkebutuhan khusus.

Praktis hanya petugas pengibar bendera dan pemimpin upacara saja yang dijalankan siswa normal.

"Hari ini adalah hari spesial bersama anak-anak yang istimewa, sebab mereka anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di MI Ma'arif NU Keji mampu menjadi petugas upacara," kata Kepala Sekolah MI Ma;arif NU Keji, Supriyono dalam amanatnya sebagai pembina upacara.

Secara umum, jalannya upacara berlangsung lancar, meski banyak siswa yang menahan tawanya lantaran melihat tingkah polah para petugas upacara yang di luar kebiasaan.

Misalnya saat Hilal, membacakan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Siswa kelas enam penderita autisme itu tak urut membacakan kalimat.

Saat membaca, Hilal melewatkan beberapa paragraf sehingga pembacaan pembukaan UUD 1945 menjadi kurang sempurna.

Lalu ada Sakura, pembawa teks Pancasila yang merupakan siswa kelas empat. Sakura adalah pengidap kelainan slow learner atau lambat belajar.

Halaman
12
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved