79 Ribu Turis Rusia Terdampar di Mesir

Sekitar 79 ribu warga Rusia terdampar di Sharm El-Sheikh, sebuah kawasan resor di Laut Merah, Mesir. Hal itu terjadi setelah Presiden Vladimir Putin m

Kompas.com
Seorang penumpang bersiap meninggalkan bandara di kawasan wisata Sharm el-Sheikh, Mesir. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SHARM EL SHEIKH - Sekitar 79 ribu warga Rusia terdampar di Sharm El-Sheikh, sebuah kawasan resor di Laut Merah, Mesir. Hal itu terjadi setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan penghentian penerbangan ke daerah tersebut.

Kepala Badan Pariwisata Rusia (Rostourism) Oleg Safonov mengatakan, pada Sabtu (7/11/2015), kebanyakan warga yang terdampar itu merupakan turis yang sedang berlibur di resor, yang berada di dekat Laut Merah tersebut.

“Persiapan untuk mengevakuasi mereka semua sedang dipersiapkan,” kata Oleg. “Pesawat akan datang dalam kondisi kosong dan warga dapat pulang kembali ke Rusia di hari itu juga,” lanjutnya.

Oleg menambahkan, warga Rusia yang pulang tidak akan diizinkan membawa bagasi besar. Keputusan itu sama dengan yang diambil pemerintah Inggris ketika mengevakuasi warganya keluar dari Sharm El-Sheikh.

Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan faktor keamanan, di tengah semakin meningkatnya dugaan bom telah meledakan pesawat Rusia, yang jatuh pada Sabtu (31/10/2015) pekan lalu.

Serikat Pariwisata Rusia dalam pernyataan berbeda mengutarakan, turis Rusia yang sudah memesan tiket ke Sharm El-Sheikh telah setuju untuk mengganti tujuan wisata mereka ke Antalya, Turki.

Pesawat Kogalymavia KGL 9248 jatuh di Pegunungan Sinai, Mesir, Sabtu (31/10/2015). Pesawat sedang terbang dari kawasan wisata Mesir, Sharm El-Sheikh menuju St Petersburg, Rusia. Seluruh penumpang yang berjumlah 217 dan 7 orang kru pesawat, dinyatakan tidak ada yang selamat.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved