Menu Makan Malam Sebelum Titanic Tenggelam Dilelang

Menu dari makan malam terakhir, yang disajikan kepada penumpang kelas satu kapal Titanic

net
Titanic. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menu dari makan malam terakhir, yang disajikan kepada penumpang kelas satu kapal Titanic sebelum tenggelam pada 1912, menjadi salah satu artefak yang berhasil diselamatkan dari kapal nahas itu, dan dilelang pada Sabtu (7/11/2015).

Daftar menu itu akan dilelang dalam acara, yang juga menawarkan sepasang pelat nomor dari limosin yang membawa Presiden Amerika Serikat (AS) John F Kennedy melalui pusat Kota Dallas, ketika ia dibunuh pada 22 November 1963.

Tawaran pembukaan untuk pelat nomor mobil itu adalah 40 ribu dolar AS. Sementara, penawaran awal untuk menu makan malam Titanic mencapai 44 ribu dolar AS pada Jumat kemarin, demikian disebutkan oleh Rumah Lelang Heritage Auctions yang berkantor di Dallas, seperti dikutip Reuters.

Dalam daftar menu itu terlihat bahwa para penumpang kelas satu Titanic dapat memilih tiram, steak filet mignon, bebek panggang, burung dara, dan makanan lezat lainnya, yang diakhiri dengan hidangan penutup, seperti puding Waldorf atau buah persik dalam jeli warna warni.

Menu makan malam terakhir Titanic dijual oleh kolektor anonim. Menu itu ditandatangani oleh lima pengusaha, yang menulis alamat mereka pada menu saat berbagi meja makan pada 14 April 1912. Menurut rumah lelang tersebut, empat dari lima orang pengusaha itu selamat dari bencana tersebut.

Selain menu itu, peninggalan Titanic lainnya yang dijual, antara lain telegram yang baru-baru ini ditemukan, yang dikirim Western Union kepada perusahaan kepemilikan kapal di New York. Isi telegram menginformasikan kepada para pejabat bahwa Titanic telah menabrak gunung es dan dalam kesulitan. Telegram itu dibuka dengan penawaran awal senilai 20.000 dolar AS.

"Tenggelam dengan cepat - segera datang membantu kami," demikian isi telegram itu, dikutip Antara dari Reuters.

Kapal mewah Titanic kandas di Samudera Atlantik setelah menabrak gunung es pada 15 April 1912 dalam pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris, ke New York. sekitar 1.500 orang meninggal dunia dalam kecelakaan legendaris itu.

Sementara, pejabat di White Star Line mengklaim dalam penyelidikan Kongres bahwa perusahaannya tidak pernah menerima pemberitahuan bahaya dari Titanic.

Direktur Americana for Heritage Auctions, Tom Slater menjelaskan, kedua jenis barang itu menjelaskan dua aspek cerita, yang telah lama menjadi bagian dari pengetahuan tentang Titanic.

Para petugas Heritage Auctions mengatakan tidak yakin apakah telegram itu versi asli yang disampaikan atau duplikat. Seorang kolektor anonim memorabilia Titanic telah memiliki telegram itu selama sekitar 15 tahun.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved