Mamesah: Program Biling Tetap Dipertahankan Tapi Perketat Verifikasinya
"Jangan sampai ada permainan jual beli kursi atau "anak titipan" di program biling ini" kata Mamesah.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Anggota DPRD Bandar Lampung dari Fraksi PKS Grafieldy Mamesah, melakukan silaturahmi ke masyarakat di tiga wilayah kampung Umbul Asem, Sukamaju dan Sumur Batu.
Dalam silaturahmi tersebut, Grafieldy Mamesah melakukan interaksi dengan sejumlah anak-anak yatim. "Harapannya PKS bisa menjadi teman bagi anak-anak di sini khususnya anak-anak yatim dalam berdakwah, memang ini merupakan harapan yang sederhana namun demikianlah esensi partai Islam, yaitu menjadi sahabat bagi masyarakat setempat", kata Grafieldi Mamesah, dalam rilis yang diterima tribun, Senin (9/11/2015).
.
Dikesempatan tersebut Mamesah juga melakukan dialog dengan ibu dari anak-anak yatim tersebut. Dalam dialog terungkap bahwa untuk masalah pendidikan dan kesehatan mereka sedikit banyak tertolong dengan program pendidikan dan kesehatan gratis yang dijalankan pemerintah kota Bandar Lampung.
Khususnya pendidikan, anak-anak yatim ini lega karena program bina lingkungan (biling) benar-benar membantu mewujudkan keinginan mereka untuk sekolah setinggi-tinggi. Jadi mereka sudah tidak mempunyai alasan lagi untuk tidak sekolah karena tidak ada biaya. Karena semua sudah ditanggung pemerintah.
Mamesah pun berharap, agar program-program pro rakyat seperti biling ini tetap dipertahankan tapi dengan lebih memperketat seleksi atau verifikasinya. "Artinya biling ini hanya untuk mereka yang benar-benar tidak mampu dan diterjemahkan secara baik denga pihak sekolah sebagai pelaksana biling. Jangan sampai ada permainan jual beli kursi atau "anak titipan" di program biling ini" kata Mamesah. (*/rri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pks-bantu-anak-yatim_20151109_162855.jpg)