Luka Lebam karena Benda Tumpul, Napi Dikeroyok 8 Pegawai Lapas

Seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B, Meulaboh, mengaku dianiaya oleh delapan pegawai lapas di dalam ruang tahanan.

Editor: soni
kompas.com
Seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B, Meulaboh, mengaku dianiaya oleh delapan pegawai lapas dan tamping di dalam ruang tahanan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEULABOH - Seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B, Meulaboh, mengaku dianiaya oleh delapan pegawai lapas di dalam ruang tahanan.

Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka lebam di muka dan di bagian tubuh lain, akibat pukulan benda tumpul.

"Adik saya disiksa di dalam lapas oleh delapan orang pegawai lapas, kejadianya terjadi dua kali sejak Selasa (10/11/2015) dan Rabu (11/11/2015) malam kemarin," kata Azhari (34), abang kandung korban kepada wartawan di Meulaboh, Jum'at (13/11/2015).

Tak terima dengan aksi penganiayaan teradap adik yang sedang menjalan masa tahanan tersebut, Azhari dan keluarganya langsung melaporkan kasus ini ke Polres Aceh Barat.

Dia mengaku khawatir jika tidak segera ditangani, kondisi kesehatan adiknya akan semakin parah.

"Kami melaporkan kasus ini ke polisi agar segera ditangani, karena adik saya setelah dipukul hingga babak belur hingga hari ini belum mendapatkan perawatan medis," kata Azhari.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Haris Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga napi.

Polisi pun sudah megirimkan anggota untuk menjemput korban dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk mendapatkan perawatan dan visum.

"Setelah mendapat laporan kita langsung menjemput napi dari lapas untuk dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penangan medis dan visum," katanya.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved