Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diprediksi Hanya 4,7 Persen

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi perekonomian Indonesia hanya akan tumbuh 4,7 persen secara keseluruhan tahun 2015.

KOMPAS.com/Sabrina Asril
Ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Hendri Saparini 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pada kuartal III 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan mencapai 4,73 persen.

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi perekonomian Indonesia hanya akan tumbuh 4,7 persen secara keseluruhan tahun 2015. Namun, pertumbuhan ekonomi akan mampu tumbuh 5,2 hingga 5,4 persen pada tahun 2016.

"Konsumsi swasta akan kembali menjadi sumber utama pendorong ekonomi Indonesia. Konsumsi swasta diperkirakan akan tumbuh 5,3 persen year on year di tahun 2016, lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang diperkirakan mencapai 5 persen," ungkap Direktur Core Indonesia Hendri Saparini PhD di Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Di sisi lain, Hendri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pun akan turut dikatrol oleh peningkatan konsumsi pemerintah. Ia menyebutkan, konsumsi pemerintah juga berpotensi menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan ekonomi tahun 2016 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6 sampai 7 persen.

Selain itu, kajian CORE juga memaparkan bahwa investasi tetap bruto tahun 2016 diperkirakan dapat tumbuh 6 persen. Tumbuhnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dan BUMN serta meningkatnya realisasi investasi langsung akan menjadi pendorong utama pembangunan tetap.

Hendri menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2016 akan ditentukan oleh tiga faktor utama, antara lain perlambatan ekonomi yang dihadapi oleh ekonomi Tiongkok, tekanan di pasar keuangan akibat kebijakan The Fed, dan penurunan harga komoditas global.

Dari ketiga aspek tersebut, diperkirakan pertumbuhan ekspor Indonesia tahun 2016 masih tertekan dengan pertumbuhan 2 sampai 3 persen.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan bahwa tiga instrumen, yakni kebijakan fiskal, moneter, dan kebijakan sektor riil harus disinergikan. Pasalnya, kekuatan Indonesia untuk menahan perlambatan ekonomi dan menangkal dampak negatif dari pengaruh global hanya dapat dilakukan dengan menggerakkan kekuatan domestik.

Informasi saja, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan tahun ini pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen. Sementara Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,7 persen - 5,1 persen sampai akhir tahun ini.

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved