Sekujur Punggung Anak Ini Luka Akibat Dipukul Ibu Angkatnya
Sebuah pengadilan lokal di Nanjing, Tiongkok memutuskan bahwa ibu angkat yang memukul anaknya akibat tidak menyelesaikan PR dengan hukuman penjara ena
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NANJING - Sebuah pengadilan lokal di Nanjing, Tiongkok memutuskan bahwa ibu angkat yang memukul anaknya akibat tidak menyelesaikan PR dengan hukuman penjara enam bulan. Dia memukul anak angkatnya itu secara berlebihan.
Dilansir Shanghaiist, Sabtu (21/11/2015), kasus tersebut terungkap pada April, setelah gambar anak laki-laki yang dipukul ibu angkatnya itu tersebar di internet.
Dalam foto yang tersebar itu, terlihat tubuh anaknya penuh dengan tanda merah bekas pukulan.
Pengguna Weibo yang mem-posting foto asli menulis, "Pada usia enam tahun, anak yang diadopsi oleh orangtua angkatnya di Nanjing itu, melakukan kekasaran pada anak ditemukan oleh guru, tapi saat itu para guru mengira itu kecelakaan sehingga tidak bisa dipublikasikan."
Menurut media lokal, anak itu adalah anak ketiga dari keluarga di pedesaan di Provinsi Anhui. Dia telah diadopsi oleh bibinya dengan harapan bahwa ia bisa menerima pendidikan yang lebih baik di kota.
Xinhua melaporkan, polisi di Nanjing menahan seorang ibu bermarga Li. Ia mengaku memukuli anaknya yang baru berusia 9 tahun dengan scratcher (alat penggores) karena tidak melakukan pekerjaan rumahnya dan berbohong.
Li dijatuhi hukuman penjara pada bulan September menyusul laporan medis yang menyatakan bahwa anak itu menderita "cedera ringan."
Dia mengajukan banding atas keputusan tersebut.
"Aku bukan ibu yang buruk. Saya hanya mencoba untuk mendisiplinkan anak saya," kata Li di persidangan. Dia meminta maaf atas perilaku dan mengaku tidak bersalah.
Anehnya, orangtua kandungnya memohon kepada jaksa agar Li mendapat keringanan hukuman, dengan alasan bahwa dia mencintai anak itu.
Selama persidangan kemarin, pengacara Li menunjukkan video yang dibuat oleh anak laki-laki, di mana ia meminta Li untuk kembali ke rumah.
Namun, jaksa tetap menilai bahwa Li telah menimbulkan cedera pada anak itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kekerasan-anak_20151122_145931.jpg)