Headline News Hari Ini
PLN Lampung Umbar Janji, Byarpet 4 Hari Sekali
Dalam sebulan terakhir Lampung mengalami defisit listrik hingga 220 MW karena ada perbaikan.
Penulis: Beni Yulianto | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Meskipun defisit daya kelistrikan mulai berkurang, pemadaman listrik bergilir di Lampung masih terus terjadi hingga Januari 2016. PT PLN (Persero) Distribusi Lampung menjanjikan pemadaman listrik bergilir akan berkurang menjadi empat hari sekali dengan durasi satu jam.
General Manager PT PLN Persero Distribusi Lampung Irwansyah mengatakan, byarpet atau pemadaman listrik bergilir di Lampung masih terus berjalan sampai Desember 2015 atau Januari 2016.
"Dalam sebulan terakhir Lampung mengalami defisit listrik hingga 220 MW karena ada perbaikan di sejumlah pembangkit. Kamis (26/11) PLTU Sebalang dan PLTU Tarahan sudah beroperasi, sehingga defisit listrik di Lampung tinggal 18 MW dari total beban puncak 865 MW," kata Irwansyah, saat konferensi pers seusai pertemuan dengan Pemprov Lampung, Jumat (27/11).
Irwansyah mengungkapkan, bila semula byarpet terjadi dua kali sehari dengan durasi 3 jam per mati listrik, kini pemadaman berlangsung empat hari sekali dengan durasi 1 jam per sekali mati lampu.
Kondisi ini akan terjadi hingga seluruh perbaikan pembangkit listrik rampung pada Januari 2016. Dikatakan Irwansyah, pembangkit listrik yang bermasalah antara lain PLTU Tarahan, yang mengalami kerusakan di sistem pembakaran (boiler).
Rampungnya perbaikan pembangkit listrik pada Januari 2016, lanjut Irwan, belum menjamin sistem kelistrikan Lampung akan aman dan bebas dari pemadaman.
"Kondisi kelistrikan Lampung hingga Juni 2016 berstatus siaga. Kelistrikan Lampung baru aman bila ada cadangan 30 persen dari total beban puncak (865 MW," ujarnya.
Pada Juni 2016, lanjut Irwan, pasokan listrik akan mendapat tambahan 115 MW dari proyek Mobile Power Plan sebesar 100 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ulubelu 55 MW. Adapun kebutuhan listrik pada Juni 2016 diprediksi akan bertambah 86 MW.
Baca selengkapnya di koran Tribun Lampung edis hari ini, Sabtu, 28 November 2015.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-listrik_20151105_102116.jpg)