Saat Memetik Cabai, Perempuan Ini Meninggal Akibat Tersambar Petir
Pada saat kejadian, keduanya berada di area persawahan untuk memetik buah cabai.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PINRANG - Mendung disertai kilat dan petir yang mewarnai daerah Dusun Lalabakang, Desa Ammasangeng, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang pada Jumat (4/12/2015) sore, berujung maut pada Ani (25), dan suaminya Undin.
Pada saat kejadian, keduanya berada di area persawahan untuk memetik buah cabai. Korban yang saat itu menemani suaminya, Undin, dan membawa keponakannya Tasya, untuk membantunya memetik cabai, yang ditanamnya di pematang sawah di area persawahannya.
Saat sedang sibuk menyelesaikan memetik buah cabai, tiba-tiba mendung datang disertai petir. Ketiganya pun berlarian untuk berlindung.
Tetapi nahas, saat berlari untuk berlindung dari petir dan gerimis air hujan, keduanya tersambar petir, saat masih berada di area persawahan.
"Saya langsung lari ingin berlindung saat petir menyambar tetapi ketika berlari petir menyambar," jelas Tasya, Sabtu (5/12/2015).
Ani dan Undin terkena petir, sementara Tasya selamat. Akibat terkena petir Ani meninggal. Sementara, Undin dirawat di puskesmas karena mengalami luka serius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-petir_20151205_202524.jpg)