Cara Menangani Serangan Kutu Pada Kucing Peliharaan
Untuk pencegahanya, jaga kebersihan kucing, kandang dan lingkungannya.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Dokter Hewan. Saya mau tanya apakah berbahaya serangan kutu atau jamur pada hewan kucing peliharaan dan bagaimana solusi penanganannya. Terima kasih atas penjelasannya.
Pengirim: +6285779654xxx
Jaga Kebersihan Kucing, Kandang dan Lingkungan
Kami jelaskan bahwa kutu merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh ektoparasit (parasit yang berada di luar tubuh hewan). Ektoparasit ini selalu menyerang kulit hewan, baik hanya menempel pada bulu, menempel pada kulit hingga masuk ke dalam kulit.
Pada individu hewan yang mempunyai daya tahan tubuh yang baik, keberadaan (infestasi) dari ektoparasit ini biasanya tidak menimbulkan gangguan yang berarti, sehingga manifestasi atau gejala yang ditimbulkan sangat beragam / bervariasi.
Berdasarkan ukuranya ada dua kelompok ektoparasit yang umumnya menyerang kucing, yaitu kelompok mikroskopik (hanya dapat dilihat di bawah mikroskop) dan kelompok makroskopik (dapat dilihat dengan mata telanjang).
Yang termasuk didalam kelompok mikroskopik andalah kelompok tungau (sarcoptes sp, demodex sp, otodectes cynotis dan cheyletiella sp). Sedangkan yang dapat dilihat dengan mata telanjang antaralain pinjal (fleas), kutu (lice) dan caplak (tick).
Pada hewan yang telah terinfestasi oleh ektoparasit, umumnya merupakan reservoir (sumber penularan bagi hewan lain yang masih sehat). Pemeliharaan yang kurang baik, kelembaban yang tinggi, sinar matahari yang kurang dan sirkulasi udara yang kurang dapat memicu tumbuhnya jamur.
Ada banyak jenis jamur yang dapat menyerang hewan peliharaan.
Hal lain yang perlu diwaspadai bahwa ada beberapa spesies ektoparasit dan jamur yang dapat menular atau menyerang ke manusia (bersifat zoonosis) misalnya "scabiesis" dan "ringworm". Apabila menyerang manusia, maka sebaiknya berkonsultasi ke dokter atau dokter kulit.
Pemeriksaan oleh dokter hewan dilakukan untuk mentukan jenis kutu atau jamur yang menyerang hewan kesayangan, sehingga bisa ditentukan jenis obat yang paling tepat. Hal ini penting dilakukan karena setiap kutu dan jamur tersebut mempunyai siklus hidup dan karakteristik yang berbeda, sehingga akan mempengaruhi dalam penentuan obat.
Untuk pencegahanya, jaga kebersihan kucing, kandang dan lingkungannya. Jika sudah ada hewan yang terserang ektoparasit ini, sebaiknya di-karantina-kan (diisolasi) untuk mencegah penularan ke hewan sehat.
Periksakan hewan kesayangan anda ke dokter hewan praktik, sekurangya 3-4 bulan sekali, untuk memeriksakan kesehatan hewan anda dan memastikan hewan anda terbebas dari infeksi kutu dan jamur
Drh. Sugeng Dwi Hastono
Dokter Hewan Praktek
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kucing-rumah_20151101_151520.jpg)