Mobil 'Telepati' Sedang Dikembangkan di Tiongkok
Tim dari Universitas Nankai di Tianjin, Tiongkok berhasil mengembangkan kendaraan, yang bisa dikendalikan pikiran manusia.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TIANJIN - Jika dunia lagi heboh dengan teknologi otonomos, di mana mobil bisa berkendara sendiri, dari satu titik ke lokasi lain tanpa kendali manusia, Tiongkok tak mau kalah pamor.
Tim dari Universitas Nankai di Tianjin, Tiongkok berhasil mengembangkan kendaraan, yang bisa dikendalikan pikiran manusia. Mobil tersebut disebut brain signal-reading, atau bisa juga dijuluki telepati.
Para peneliti, seperti dilansir laman Reuters, Jumat (11/12/2015) mengatakan, pengembangan mobil tersebut diterapkan pada Sport Utility Vehicle (SUV) bernama Haval H9. Selama proses penelitian, ada satu profesor bernama Duan Feng yang mengawasinya, sehingga bisa berjalan dengan lancar.
Penelitian yang membutuhkan waktu selama dua tahun itu menghasilkan 16 sensor di mobil. Fungsinya untuk menangkap sinyal EEG (electoencephalogram) dari otak pengemudi.
Cara kerjanya, sinyal dari otak pengemudi itu diterjemahkan program komputer, yang sudah terintegrasi dengan mobil.
Menurut Feng, penelitian itu tujuannya untuk membantu orang-orang difabel, yang ingin mengemudi. Karena, tidak perlu membutuhkan tangan dan kaki. Dengan alat tersebut, seseorang bisa mengontrol kendaraan untuk maju dan mundur, bahkan melakukan pengereman.
Jangan berharap mobil tersebut akan dijual secara umum. Sebab, para peneliti sama sekali tidak memiliki rencana untuk memasukkannya ke jalur produksi massal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mobil_20151212_232211.jpg)