Polda NTT Menahan 3 Penumpang Batik Air yang Bawa Bom

Mereka tercatat sebagai penumpang dengan nomor penerbangan ID 6541 tujuan Kupang-Jakarta, yang mengaku membawa bom ke dalam pesawat.

Polda NTT Menahan 3 Penumpang Batik Air yang Bawa Bom
ist
ransel bom 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KUPANG - Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tiga penumpang pesawat Batik Air.

Mereka tercatat sebagai penumpang dengan nomor penerbangan ID 6541 tujuan Kupang-Jakarta, yang mengaku membawa bom ke dalam pesawat.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Jules Abraham Abast kepada Kompas.com, Sabtu (26/12/2015) malam mengatakan, polisi masih menahan ketiga penumpang asal Sukabumi, Jawa Barat itu, untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan mereka dengan jaringan teroris.

Menurut Jules, kasus tersebut akan diserahkan ke Penyidik PNS bagian Perhubungan Udara, jika dalam hasil pemeriksaannya nanti, terbukti aksi ketiganya hanya iseng saja.
Namun bila ketiganya punya maksud lain, yang ada kaitannya dengan jaringan teroris, akan diproses oleh polisi secara pidana.

"Malam ini, kami tahan ketiganya dan tak mungkin kami langsung lepas karena masih dalami keterkaitan mereka dengan jaringan teroris. Ataupun hanya sekadar iseng atau bergurau. Meski hanya iseng, tetap ketiganya bakal terkena undang-undang (UU) penerbangan," kata Jules.

Jules mengatakan, ketiganya telah menyebarkan informasi yang salah, dan tentunya dampaknya membuat masyarakat menjadi takut, dan juga mengganggu dan membahayakan keselamatan penerbangan juga.

"Hasil penyelidikan sementara, pekerjaan mereka sebagai awak kapal wisata. Jadi, mereka rencananya akan berlibur ke Jawa Barat, dan selama ini mereka ada kerja di Kabupaten Alor," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga orang diamankan pihak Polda NTT lantaran diduga membawa bom. Mereka menumpang pesawat Batik Air dengan rute Kupang-Jakarta.

Akibatnya, pesawat yang sempat terkena penundaan selama tiga jam lebih itu, akhirnya bisa terbang kembali setelah petugas memeriksa seluruh pesawat, dan tidak ditemukan bom.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved