Bukit Sukamenanti Longsor Setelah Hujan Deras

Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung sejak Selasa (5/1/2016) sore, memicu bencana longsor di Bukit Sukamenanti, Kedaton, Selasa.

Penulis: Romi Rinando | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUN LAMPUNG/Romi Rinando
Pengerukan di Bukit Sukamenanti. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung sejak Selasa (5/1/2016) sore, memicu bencana longsor di Bukit Sukamenanti, Kedaton, Selasa. Beruntung longsor yang sudah sering terjadi itu, tidak menelan korban.

Direktur Walhi Lampung Hendrawan mengaku, longsor di Bukit Sukamenanti diketahui dari laporan warga pada Rabu (6/1/2016). Pihaknya pun sudah menindaklanjuti dengan mengecek langsung lokasi longsor.

“Kami sudah tinjau langsung tadi pagi. Tidak ada korban karena insidennya malam hari. Kalau siang, bisa saja ada korban. Karena, batu bukit yang jatuh cukup banyak,” jelas Hendrawan, Rabu.

Menyikapi kejadian longsor itu, Hendrawan meminta Pemkot Bandar Lampung segera bersikap dan tidak tinggal diam, untuk segera menghentikan segala bentuk aktivitas pengerukan bukit.

Karena jika tidak, sambung dia, ancaman korban dan kerusakan lingkungan makin parah.

“Kami minta dan tagih janji Pj Wali Kota Sulpakar yang akan buat perda pengelolaan bukit. Itu sangat urgen untuk melindungi bukit dan gunung dari kerusakan, dan kami minta BPLH jangan tidur saja. Sikapi dan respons cepat, sebelum ada korban seperti di Bukit Camang beberapa bulan lalu,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved