Advertorial BPJS Kesehatan
Ibunda Rudi Kini Sudah Bisa Tersenyum Berkat BPJS Kesehatan
"Jika dihitung, total biaya pengobatan ibu selama 4 bulan kurang lebih Rp 200 jutaan," ujar Rudi. "Untung ada BPJS," tambahnya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebelumnya tak pernah terbayangkan oleh Rudi (43), warga Kedaton, Bandar Lampung, yang harus menerima kenyataan ibundanya, May Murtini (72), menderita sakit yang cukup parah.
May Murtini terdeteksi menderita penyakit kanker payudara stadium 4, jantung bocor, jantung bengkak, infeksi ginjal, dan separuh paru-paru sebelah tidak berfungsi sejak sekitar 4 bulan yang lalu.
Perasaan kalut, gelisah, dan takut berbaur menjadi satu di benak Rudi, karena harus memikirkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan olehnya untuk pengobatan ibunda.
Untuk sekali konsultasi ke sokter spesialis kanker dan dokter spesialis jantung, minimal Rudi harus mempunyai uang Rp 600 ribu.
Tapi, berkat informasi yang didapat dari media cetak, TV, dan radio, akhirnya Rudi mengikutsertakan ibunda untuk menjadi peserta BPJS Mandiri Kelas I dengan biaya kepesertaan Rp 59.500.
Kini Rudi tidak lagi mendapatkan kesulitan dalam pengobatan ibundanya setelah menjadi perserta BPJS. Banyak kemudahan yang didapatkan, antara lain BEBAS dari biaya konsultasi ke dokter spesialis kanker dan jantung, BEBAS biaya obat-obatan, dan BEBAS biaya ruang rawat inap kelas 1 di Rumah Sakit Immanuel Type C.
"Jika dihitung, total seluruh biaya pengobatan ibu selama 4 bulan kurang lebih Rp 200 jutaan," ujar Rudi.
"Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih ke BPJS Kesehatan kerena berkat BPJS pengobatan ibunda saya sangat terbantu. Kini ibunda saya sudah bisa tersenyum kembali," tutup Rudi sambil mengucap kata syukur. (rls/advertorial)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ibunda-rudi-adv-bpjs_20160113_124921.jpg)