Jadi Begal, Seorang Siswa SMK Dijemput Polisi Sepulang Sekolah

Kami langsung bergerak cepat ketika korban melapor tersangka sedang pulang sekolah.

Tribulampung/Wakos
ILUSTRASI 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUNGKAI UTARA - Anggota reskrim Polsek Sungkai Utara, Lampung Utara menangkap seorang anak baru gede (ABG), DS (16), Selasa (12/1), sekira pukul 14.00 WIB. Ia diduga sebagai pelaku pencurian disertai kekerasa bermotor atau begal.

Kanit Reskrim Polsek Sungkai Utara, Bripka Wiwit Dedy Purnomo, Rabu (13/1) menerangkan, kalau warga Desa Negeri Campang Jaya itu merupakan pelaku begal. Adapun korbannya adalah Saipul (61), warga Dusun 1, Desa Negara Batin, Sungkai Utara, Lampung Utara.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/1), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban sedang mengendarai motor di jalan desa mengendarai Honda Kirana BE 8867 JJ. Tiba-tiba saja, motor korban disalip motor Jupiter MX tanpa pelat nopol. Pengendara motor tersebut langsung meminta korban menghentikan kendaraannya. "Karena ketakutan, korban langsung turun dan lari ke salah satu rumah penduduk," ujarnya.

DS ditangkap saat akan pulang sekolah. Penangkapan berawal dari cerita DS kepada seorang rekannya. Ternyata, rekannya tersebut merupakan keponakan dari korban.

Mendengar hal tersebut, keponakan itu langsung menceritakan ada temannya yang mengambil motor. Mereka pun langsung mengecek kebenaran dengan datang ke sekolah tersangka. Setibanya di sekolah, korban membenarkan DS yang mengambil motor. "Kami langsung bergerak cepat ketika korban melapor tersangka sedang pulang sekolah," kata dia.

DS (16) sendiri saat ini masih terhitung sebagai pelajar di salah satu SMK swasta di wilayah Kotabumi Utara. "Dia masih sekolah dan ditangkap saat pulang sekolah," jelas Dedy.

Saat ini, DS sudah diamankan di Mapolsek Sungkai Utara berikut satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX tanpa pelat yang diduga sebagai alat untuk melakukan curas oleh tersangka. "Masih kami mintai keterangan DS," bebernya.

Menurut keterangan DS dihadapan penyidik, ia baru sekali membegal. Ia mengaku, ia yang mengendarai motor saat melakukan aksi. Sementara motor korban dibawa oleh rekannya. "Seorang lagi masih buron. Dia yang bawa motor milik korban," bebernya?

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara menyesalkan adanya pelajar SMK yang menjadi pelaku begal. Kepala Dinas Pendidikan Lampura Adrie mengatakan, untuk mengantisipasi agar berkurangnya pelaku kriminal dari kalangan pelajar, akan dilakukan sosialisasi hukum. "Kami juga sudah sering sosialisasi narkoba dan hukum untuk antisipasinya," kata Rabu (13/1).

Namun, pihaknya meminta semua pihak agar bersama-sama mengawasi dan mendidik anak-anaknya agar terhindar dari proses hukum.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved