Manfaatkan Simpati Netizen untuk Dapat Uang, Gadis Ini Didakwa Hukuman Penjara
Beberapa jam setelah kejadian, Cailan memuat status yang memberitahu bahwa bapaknya ikut menjadi korban dalam ledakan itu.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TIANJIN - Seorang gadis didakwa di sebuah pengadilan di Tiongkok.
Lantaran, ia dianggap melakukan penipuan melalui status di laman media sosial, yang memberitahu bahwa bapaknya terbunuh, dalam peristiwa ledakan gudang kimia di Tianjin tahun lalu.
Yang Cailan (19), awalnya berhasil mengumpulkan sumbangan dari orang-orang hingga mencapai 100 ribu yuan. Orang-orang menaruh simpati atas apa yang ia alami, dan ia tuangkan di laman Weibo, seperti dilansir Metro.
Lebih dari 170 orang tewas, setelah gudang penyimpan bahan kimia di Tianjin meledak, pada Agustus tahun lalu.
Beberapa jam setelah kejadian, Cailan memuat status yang memberitahu bahwa bapaknya ikut menjadi korban dalam ledakan itu.
Pengguna laman sosial turut bersimpati, karena Cailan mengaku tidak tahu lagi kepada siapa ia mengadu. Menurut pengakuannya, ibunya sudah meninggal dunia lebih dulu.
Cerita sedih gadis itu terus membawa rasa simpatik netizen, dan status sedihnya itu dibagikan hingga dua juta kali. HIngga, pengumpulan dana kemanusiaan untuk membantunya.
Namun, penipuannya mulai terbongkar. Cailan memberitahu polisi bahwa dia tidak menulis status yang dimaksud, dan mengaku bahwa akunnya dibajak.
Namun, penyelidikan polisi mengarah bahwa pengakuannya tentang pembajakan akunnya itu meragukan.
Kegembiraannya mendapat sumbangan tak berlangsung lama. Rabu lalu, ia harus berhadapan dengan hakim, yang memutuskan bahwa dia didakwa hukuman penjara karena menyebarkan berita palsu, dan menipu untuk mendapatkan uang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gadis-penjara_20160117_221045.jpg)