50 Tahun Beredar, Majalah Pria Dewasa Ini Hentikan Edisi Cetak

Kini majalah itu hanya akan ditawarkan dalam format digital.

Editor: Reny Fitriani
FORTUNE.COM
Sampul Majalah "Penthouse" edisi cetak. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Majalah khusus pria sepertinya sedang memasuki periode senja kala. Masa jaya majalah di segmen tersebut tengah memudar cepat.

Penthouse, yang merupakan saingan berat majalah Playboy, mengatakan pada Jumat (15/1/2016), pekan lalu bahwa pihaknya menghentikan edisi cetak setelah 50 tahun beredar di pasaran. Kini majalah itu hanya akan ditawarkan dalam format digital.

"Dengan mempertimbangkan kembali konsumsi konten yang disukai konsumen saat ini, versi digital Penthouse akan menggabungkan dan mengkonversi semua yang pembaca tahu dan suka dari pengalaman majalah cetak ke kekuatan pengalaman digital," kata penerbit majalah itu, FriendFinder Network dalam sebuah pernyataan.

Langkah tersebut terjadi hanya beberapa bulan setelah Playboy mengumumkan bahwa majalah itu tidak akan lagi menerbitkan foto telanjang. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari sebuah desain ulang secara luas yang akan diresmikan pada Maret mendatang.

Majalah-majalah dewasa telah lama berjuang untuk beradaptasi dengan era digital. Majalah-majalah dari segmen tersebut termasuk di antara sejumlah media cetak pertama yang mengalami bahwa para pembacanya menyelinap pergi karena berbagai jenis konten dewasa sudah tersedia secara online.

Penthouse, yang pernah terjual lebih dari 5 juta eksemplar, mengalami berbagai tantangan selama dekade terakhir sejak pendiri majalah itu, Bob Guccione, mengajukan kebangkrutan tahun 2004 dan kehilangan kendali atas perusahaan. Tahun 2013, FriendFinder Networks, yang juga mengoperasikan berbagai situs jejaring sosial dewasa, mengajukan kebangkrutan.

Penthouse, yang peredaran versi cetaknya pernah mencapai 5 juta eksemplar per bulan pada masa jayanya, tidak lagi diaudit secara terbuka. Menurut Alliance for Audited Media, Playboy sekarang sirkulasinya sekitar 800.000 eksemplar, turun dari puncak kejayaan sebesar 5,6 juta eksemplar tahun 1975.

Penthouse juga akan menutup sejumlah kantornya di New York dan sejumlah kantor FriendFinder di Los Angeles akan direlokasi.

"Langkah ini akan membuat Penthouse terus kompetitif di masa depan dan akan mulus menggabungkan fitur-fitur bergambar kami yang tak tertandingi dan konten editorial dengan video kami," kata CEO FriendFinder, Jonathan Buckheit, dalam pernyataan itu.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved