2015, Bulog Mampu Serap 88.503 Ton Beras
Selama tahun 2015, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Lampung hanya mampu menyerap 88.503 ton beras
Penulis: Noval Andriansyah | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Selama tahun 2015, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Lampung hanya mampu menyerap 88.503 ton beras atau 68,08 persen dari target yang ditetapkan di tahun 2015 yakni sebesar 130 ribu ton.
Kepala Bulog Divisi Regional Lampung Dindin Syarifudin mengatakan, rendahnya serapan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Antara lain, penentuan Harga Pokok Petani (HPP) 2015 yang terlambat, sejumlah mitra kerja penggilingan yang kesulitan memenuhi standar yang ditetapkan Bulog.
Kemudian, sambung Dindin, keterbatasan ruang gudang penyimpanan Bulog, dan banyaknya gabah yang diperdagangkan keluar Lampung akibat bebasnya perdagangan lintas daerah.
"Permasalahan harga gabah atau beras sepanjang 2015 di atas HPP juga menjadi penyebab rendahnya serapan beras oleh Bulog," ujar Dindin, Kamis (21/1/2016).
Meski tahun lalu Bulog tidak mampu menyerap beras petani sesuai target, namun Dindin optimis, pada tahun 2016 pihaknya bisa mencapai target yang sudah ditetapkan. Paling tidak, kata Dindin, bisa mendekati angka target.
Tahun 2016, lanjut Dindin, Bulog Divre Lampung menargetkan dapat menyerap 49.212 ton gabah dan 93.750 beras. Keduanya setara dengan 150 ribu ton beras.