Indonesia Ekspor Jagung 250 Ribu Ton

"Impor jagung yang dilakukan sampai saat ini tidak ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian," kata Suwandi.

Editor: Andi Asmadi
Tribun Lampung / Dedi
Petani jagung di Bakauheni, Lampung Selatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Ekspor jagung Indonesia selama 2015 mengalami kenaikan sebesar 1,818 persen dibanding ekspor 2014. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), ekspor jagung RI pada 2015 mencapai 250.172 ton.

"Kenaikan produksi ini sudah dirasakan oleh banyak kalangan dan merupakan keberhasilan pada lima tahun terakhir," kata Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Dr Ir Suwandi MSi, sebagaimana rilis yang diterima tribunlampung.co.id, Kamis (21/1/2016).

"Jadi, faktanya kita sudah ekspor jagung. Selama ini yang ramai diberitakan justru impor jagung," ujar Suwandi.

Terkait dengan impor jagung, kata Suwandi, landasan hukumnya adalah Pementan 57/2015 yang menyebutkan bahwa impor harus mendapatkan rekomendasi persetujuan dan jumlah jagung dan bahan pakan asal tumbuhan lainnya dari Kementerian Pertanian.

Juga, dalam rakortas dengan Menko Perekonomian dibahas mengenai ketersediaan pangan, khususnya beras dan jagung, pada 16 Desember 2015. Disebutkan, untuk pemenuhan kebutuhan jagung Januari-Maret 2016 disepakati oleh Perum Bulog.

"Kondisi saat ini impor jagung yang sudah masuk Indonesia tidak memenuhi Pementan 57/2015 dan hasil Rakortas, karena tidak dilakukan oleh Bulog tetapi oleh importir/pelaku usaha," katanya.

"Kalaupun importir melakukan importasi jagung semestinya harus mendapatkan rekomendasi dari Kementan. Dan, impor jagung yang dilakukan sampai saat ini tidak ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved