Jika Anda Membeli Cokelat KitKat dan Tak Mendapatkan Wafer di Dalamnya, Apa yang Akan Dilakukan?

Semestinya, sebatang cokelat KitKat yang dijual, sebagaimana diiklankan, berisi campuran wafer dan cokelat.

Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
Daily Mail
Saima Ahmad dengan cokelat KitKat tanpa wafer yang ia beli 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang siswa menuntut mendapat pasokan KitKat seumur hidup dan menempuh upaya hukum setelah dia membeli delapan batang cokelat dan tidak satupun dari mereka breisi wafer di dalamnya.

Semestinya, sebatang cokelat KitKat yang dijual, sebagaimana diiklankan, berisi campuran wafer dan cokelat.

Saima Ahmad (20) membeli KitKat paketan itu di supermarket seharga 2 poundsterling (sekitar Rp 38 ribuan) bulan lalu. Karena tak mendapati barang sesuai dengan seharusnya, Saima Ahmad lantas menulis surat keberatan ke produsen KitKat, yakni Nestle, dan mengatakan bahwa mereka mengabaikan tugas mereka kepada konsumen.

Saima Ahmad, yang juga seorang mahasiswa tahun kedua di Kings College, London, menggunakan aturan hukum yang ditetapkan pada tahun 1930 untuk mendukung kasusnya.


Daily Mail - Cokelat KitKat tanpa wafer yang dibeli Saima Ahmad

"Mereka mengiklankan konsep unik KitKat, tapi aku sangat kecewa dengan apa yang telah kubeli. Aku berharap mereka akan meminta maaf dan fokus dengan masa depan yang lebih mengutamakan kualitas produk mereka," katanya mengungkapkan kekesalan.

Menurut Saima, tidak ada industri lain yang menjual produk dengan konsep unik tentang pencampuran wafer dengan cokelat, dan karena itulah, Saima mengaku sebagai penggemar KitKat.

Sebelum dia menulis suratnya, mahasiswa ini meneliti dan menemukan bahwa orang lain juga ada yang mengeluhkan pengalaman serupa di forum online.

Dalam surat tersebut, dia mengklaim bahwa dengan memberikan pasokan cokelat KitKat seumur hidup padanya akan memungkinkan dia bertindak sebagai "kontrol kualitas" bagi perusahaan.

"Nestle memiliki nama besar dan saya tidak berpikir kesalahan ini dapat diterima. Saya telah meneliti masalah ini dan saya menemukan bahwa itu bukan hanya satu kasus tapi itu telah terjadi beberapa kali. Ada beberapa forum online di mana orang mengeluh tentang KitKat tanpa wafer," kata dia.

Saima pun meminta CEO Nestle menanggapi suratnya karena menilai isu ini sangat penting. "Saya mencoba keberuntungan saya, jika Anda tidak meminta Anda tidak mendapatkan," kata dia.

Saima Ahmad begitu menyukai cokelat dan jika perusahaan menawarkan dirinya pasokan seumur hidup, dia yakin bahwa dirinya tak akan menjadi bosan untuk mengkonsumsinya.

"KitKat adalah cokelat favorit saya, saya mencintainya," kata dia.

Saima akan mengambil tindakan hukum jika perusahaan tidak memenuhi tuntutannya. "Saya tidak akan mengesampingkan langkah itu, jika Nestle tidak meminta maaf atau memberi kompensasi yang cukup, seperti yang saya sebutkan di surat keluhan, pasokan tak terbatas dari KitKat," tuturnya.

Lalu bagaimana tanggapan KitKat atau Nestle di London, Inggris terkait tuntutan seorang pelanggannya ini? Nestle sebagai produsen KitKat belum memberi pernyataan.

sumber: Daily Mail

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved