Kasus Penganiayaan Kades dan Guru, Warga Percayakan ke Polisi

Warga Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian terkait kasus pemukulan kepala desa

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
net
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Warga Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian terkait kasus pemukulan kepala desa (kades) dan guru oleh oknum polisi. Kesepakatan ini terjalin dalam perdamaian di Balai Desa Agom, Minggu (7/2) lalu.

Dalam kesepakatan, hadir Kapolres Lamsel Ajun Komisaris Besar Adi Ferdian Saputra beserta sejumlah pejabat polres, Kapolsek Kalianda, Danramil, Camat Kalianda, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda.

Camat Kalianda Setiawan Syah mengimbau warga tak terprovokasi. Ia juga meminta warga tidak mudah main hakim sendiri hingga memunculkan masalah baru. "Kami mengimbau masyarakat jangan terprovokasi. Pihak kepolisian akan menangani kasus ini secara profesional," katanya, Senin (8/2).

Kapolres Lamsel Ajun Komisaris Besar Adi Ferdian Saputra menyatakan masalah di Desa Agom sudah selesai. Ia menjelaskan, warga telah berjanji tidak bertindak anarki. Pihaknya pun berjanji akan memproses oknum polisi tersebut sesuai hukum yang berlaku.

"Masyarakat sudah berjanji dan sepakat tidak melakukan tindakan anarki. Untuk oknum anggota tersebut, kami akan memproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Adi.

Peristiwa pemukulan terhadap kades dan guru oleh oknum polisi dari Satuan Shabara Polres Lamsel itu terjadi pada Sabtu (6/2) lalu. Awalnya, anak polisi berpangkat Brigadir Kepala tersebut sedang mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional di SD Negeri Agom, Sabtu pagi. Saat istirahat, ada siswa lain yang mengambil raket bulutangkisnya.

Akibat ulah siswa lain itu, beberapa senar raket putus hingga terjadi percekcokan di antara mereka. Sang ayah yang mendengar kejadian tersebut lalu mendatangi sekolah, Senin siang.

Di sekolah, sudah ada Kades Agom Muksin Syukur, Kepala SD, dan sejumlah guru. Terjadi perdebatan di antara mereka sekitar pukul 12.00 Wib.

Karena tidak dapat menahan emosi, oknum polisi itu memukul kades dan guru. Merasa teraniaya, Kades Agom Muksin Syukur melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lamsel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved