Hari Valentine

MUI: Umat Islam Setop Rayakan Hari Valentine

"Lebih baik isi hari-hari dengan kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan, perbaiki iman"

Penulis: tak ada | Editor: Reny Fitriani

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Purna Jaya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Umat Muslim di Bandar Lampung diimbau untuk tidak merayakan hari Valentine. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung H Mawardi AS menegaskan, umat Islam tidak mengenal istilah hari kasih sayang.

Meski begitu, Mawardi mengingatkan bahwa setiap umat Muslim diwajibkan untuk mengasihi dan menyayangi semua orang, baik yang seagama maupun tidak.

"Valentine Day maknanya memang hari kasih sayang. Namun, apakah berkasih sayang itu dikhususkan pada satu hari itu saja? Tentu tidak. Islam mengajarkan untuk berkasih sayang kepada sesama umat manusia di saat kapan saja, tidak terbatas di hari-hari tertentu,” terang Mawardi, Jumat (12/2).

Mawardi menjelaskan, perayaan hari Valentine tidak lebih dari sekadar berhura-hura dan kemaksiatan. Bahkan, Valentine kerap dijadikan momentum bagi remaja untuk terlibat dalam pergaulan yang menjurus seks bebas.

“Kemungkinan besar, hari Valentine dijadikan kamuflase oleh seseorang untuk merayu pasangannya. Tentu saja, itu termasuk perbuatan yang melanggar norma agama. Berdua-duaan, merayu kekasih dengan mencium, memeluk, dan pada akhirnya bisa terjadi perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT,” tegas Mawardi.

”Imbauan saya adalah setop merayakan hari Valentine bagi umat Islam. Lebih baik isi hari-hari dengan kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan, perbaiki iman, dan jalani kehidupan yang sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved