Tahun Baru Imlek di Mahan Agung, Edward Senang Cap Go Meh di Rumah Bapak Rakyat

Percik warna warni kembang api di langit Lampung, menandai kemeriahan perayaan Cap Go Meh 2567, yang digelar Sabtu (27/2).

Tahun Baru Imlek di Mahan Agung, Edward Senang Cap Go Meh di Rumah Bapak Rakyat
KOMPAS/EMANUEL EDI SAPUTRA
Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menggelar pawai lampion pada Selasa (3/3/2015) malam. Sejumlah lampion dipasang pada mobil hias dan kendaraan yang dibentuk seperti kereta kencana. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Percik warna warni kembang api di langit Lampung, menandai kemeriahan perayaan Cap Go Meh 2567, yang digelar Sabtu (27/2). Acara juga disemarakkan atraksi barongsai, pertunjukan wushu, tari-tarian, dan atraksi hiburan menarik lainnya.

Tidak kurang seribuan warga Tionghoa larut dalam suka cita perayaan malam ke-15 Tahun Baru Imlek ini. Sejumlah pejabat, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat tumpah ruah dalam pesta rakyat ini. Sebut saja Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Sultan Skala Brak Yang Dipertuan ke-23 Brigjen Pol Edward Syah Pernong, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, dan tokoh lainnya.

Kegiatan yang diadakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung ini, dipusatkan di Rumah Dinas Gubernur Lampung (Mahan Agung).
Brigjen Pol Edward mengatakan, marga Tionghoa adalah saudara bungsu di dalam struktur kerajaan Skala Brak.

"Khusus marga Tionghoa adalah saudara bungsu kami di Kerajaan Skala Brak. Meski bukan ikatan darah, tapi chemistry dari hubungan yang dibangun membuat kita bersaudara. Di Lampung ada istilah angkonan/muakhi atau mengangkat saudara. Maka, belum lama ini kami adakan acara pengangkatan marga Tionghoa sebagai bagian dari keluarga kami," kata Pun Edward, sebutan Edward Syah Pernong.

Melalui keberagaman budaya dan adat, Edward berharap pembangunan Lampung lebih baik lagi. Ia menekankan, saat ini sebutan putra daerah tidak lagi identik dengan suku asli Lampung. Putra daerah, kata Edward, adalah siapa pun yang memiliki rasa memiliki, kesadaran dan semangat membangun Lampung.

"Budaya adalah bagian keberagaman sekaligus kekuatan bangsa. Termasuk Cap Go Meh ini merupakan bagian dari budaya yang berkembang di Lampung dan patut dilestarikan. Jadi warga Tionghoa juga putra daerah. Mari kita bersama-sama membangun Lampung melalui kekuatan keberagaman ini," ujarnya.

Penulis: Ferika Okwa Romanto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved