Unila: Fenomena Alam Gerhana Matahari di Lampung Merupakan Daerah Penumbra

Universitas Lampung (Unila) tak mau ketinggalan untuk mengamati fenomena alam gerhana matahari yang terjadi Rabu pagi.

Unila: Fenomena Alam Gerhana Matahari di Lampung Merupakan Daerah Penumbra

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) tak mau ketinggalan untuk mengamati fenomena alam gerhana matahari yang terjadi Rabu pagi. Berdasarkan pengamatan Lampung merupakan daerah penumbra.

Hal tersebut disampaikan Ketua Penyelenggara Pengamatan Gerhana Matahari Unila Leni Rumiyanti, dalam rilis yang diterima Tribun Lampung, Rabu (9/3).

Ia bersama tiga dosen dan 130 mahasiswa mengambil tempat pengamatan di pelataran Stasiun Transmisi Radio Gelombang Mikro, Panjang Bandar Lampung

Berdasarkan pengamatan, Lampung merupakan daerah penumbara, karena pengamatan di Stasiun Transmisi Radio Gelombang Mikro hanyalah Gerhana Matahari Sebagian (GMS) saja.

Menurutnya penumbra merupakan bayangan kabur yang terjadi saat gerhana dan umbra adalah bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap.

Pengamatan ini dimulai pukul 05:00 WIB sampai pukul 08:35 WIB dan teleskop yang digunakan adalah jenis Vixen SX (Sphinx) dengan perbesaran 40 kali.

Berdasarkan hasil pengamatan itu awal GMS terjadi pada pukul 06:20 WIB dengan ketinggian matahari sekitar 2 derajat. Sementara, puncak GMS terjadi pada pukul 07:20 WIB dengan ketinggian matahari sekitar 17 derajat.

Kemudian akhir GMS terjadi pada pukul 08:31 WIB dengan ketinggian matahari sekitar 34 derajat. Sehingga durasi total GMS adalah 2 jam 10 menit.

Akan tetapi karena suasana di Stasiun Transmisi Radio Gelombang Mikro sempat tertutup oleh awan, maka puncak GMS tidak dapat diabadikan.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved