Pencurian Ternak yang Kian Merajalela di Pringsewu, Warga Berharap Banyak pada Polisi

Kami kerja keras, setiap hari melakukan patroli, mencari informasi siapa pelakunya.

Tribunlampung/Didik
Kandang sapi di Pringsewu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Begitu banyaknya manfaat sapi/kerbau, bahkan hingga kotoran hewannnya, membuat sejumlah warga di Kabupaten Pringsewu khawatir dengan keamanan ternak ini.

Pasalnya, di wilayah Bumi Jejama Secancanan rawan dengan pencurian ternak sapi/kerbau. Seperti yang disampaikan Ranto (23) warga Kecamatan Gadingrejo. "Terkadang kami khawatir dengan keamanan sapi, apa lagi saya belum dengar pelakunya tertangkap," katanya.

Oleh karena itu lah dia berharap kepada aparat terkait supaya bisa memberikan rasa aman kepada pemilik ternak.

Kepala Polres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, saat ngantor di Pendapa Pringsewu, Jumat (11/3) lalu menyampaikan bila pihaknya masih terus melakukan penyelidikkan.

Penyelidikkan tersebut untuk mengungkap beberapa kasus pencurian sapi/kerbau yang sempat mengemuka di Bumi Jejama Secancanan dua bulan terakhir. Dia mengakui, paling banyak peristiwa pencurian sapi/kerbau berada di wilayah hukum Polsek Pringsewu.

"Kami kerja keras, setiap hari melakukan patroli, mencari informasi siapa pelakunya," ujar Ahmad.

Oleh karena itu, dia juga meminta kepada masyarakat untuk membantu juga. Paling tidak, imbau dia, masyarakat yang memiliki sapi melakukan pengamanan. Yakni dengan menempatkan sapi ke tempat yang paling aman, supaya tidak dicuri.

Catatan Tribun Lampung, hingga Februari 2016 ini sudah lima kali peristiwa pencurian sapi/kerbau. Modus yang dilakukan pun sama dengan cara memotongnya di tempat.

Senin (18/1) kemarin, seekor sapi betina milik Wondo (50) warga Pekon Gemahripah, Kecamatan Pagelaran didapati tersisa jeroan dan kepala di lapangan Blitar Pekon Patoman.

Pencurian hewan ternak sapi/kerbau dengan cara disembelih ditempat terjadi lagi di Kabupaten Pringsewu, Rabu (17/2) lalu dialami warga RT 03 RW 03 Pekon Sukorejo, Kecamatan Pardasuka Ngadenar dan Untung.

Naas dua kerbau ini telah ditemukan tersisa tulang dan kepala di pinggir jalan menuju Pekon Babakkan, Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus. Korban ditafsir saat itu merugi hingga Rp 25 juta.

Empat hari sebelumnya, Sabtu (13/2) lalu pencurian hewan ternak sapi/kerbau juga dialami Romli (60) warga Dusun IV, Pekon Bumiarum, Kecamatan Pringsewu. Sapi Romli ditemukan juga dengan kondisi terpotong di dekat Sungai Wismo yang berbatasan antara Bumi Arum-Fajaresuk. Saat itu korban ditafsir merugi hingga Rp 10 juta.

Kemudian, Senin (21/2)dialami oleh Gunawan (35) warga Fajaresuk Kecamatan Pringsewu yang ditafsir kerugiannya hingga Rp 12 juta atas sapi betina yang sedang hamil tujuh bulan miliknya hilang.

Pencurian dengan modus disembelih ini kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pringsewu, Rabu (24/2) .Kali ini korbannya, Prahwoto (52) warga Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo. Dimana tiga kerbau yang ada di kandang Prahwoto sudah raib.

Ironisnya, kerbau Prahwoto telah ditemukan tinggal tulang rangka, satu kepala, jeroan dan ekor di wilayah sebrang sungai. Yakni di Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, jaraknya sekitar 2,5 kilo meter. Sedangkan satu ekor kerbau ditemukan masih hidup dalam kondisi terlepas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved