DPRD Pringsewu Nilai Diskes Gagal Tangani DBD
DPRD Pringsewu menilai dinas kesehatan gagal menanggulangi demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Bumi Jejama Secancanan
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - DPRD Pringsewu menilai dinas kesehatan gagal menanggulangi demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Bumi Jejama Secancanan. Sebab, penyakit yang bisa diprediksi ledakannya ini tidak dapat diatasi.
Anggota Komisi IV DPRD Pringsewu Joni Sapuan mengatakan. Pringsewu sebelumnya diketahui sebagai daerah endemik DBD, justru kasusnya terlihat lebih menyebar. Sementara, tambah Joni, dinas kesehatan hanya mengimbau untuk melakukan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).
Tentang 3 M itu, tegas Joni, seharusnya kontekstualnya berbeda. Menurutnya, 3 M itu kan sebagai langkah preventif (pencegahan). Tapi, DBD saat ini yang dihadapi masyarakat memerlukan tindakan (kuratif).
"Pringsewu kan sudah diketahui sebagai daerah endemiK, tapi kesan yang timbul daerah endemik ini menyebar. Kaitannya dengan ini, berarti Diskes gagal," tegas Joni.
Sementara, tindakan pencegahan itu sendiri dilakukan dengan sosialisasi. Namun, sosialisasi itu sendiri tidak sampai ke masyarakat bawah. Itu terbukti dengan masih banyaknya kasus DBD yang muncul.