Cegah Flu Burung, Distanak Lampura Semprot Disinfektan di Pasar‎

Dari Februari hinga pertengahan Maret 2016 terdapat 9 kasus ayam atau unggas yang mati mendadak karena positif flu burung di Lampung Utara.Dari Februa

Penulis: anung bayuardi | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Dari Februari hinga pertengahan Maret 2016 terdapat 9 kasus ayam atau unggas yang mati mendadak karena positif flu burung di Lampung Utara.

Rinciannya, 23 ekor ayam mati di Kecamatan Kotabumi Selatan, 1.894 ekor burung puyuh di Abung Selatan,  7 ekor ayam di Bungamayang, 8 ekor unggas di Kelurahan Tanjung Harapan, 1.005 ekor ayam di Abung Kunang dan 25 ekor ayam di Abung Semuli."Semua kasus itu sudah kami tindak lanjuti," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sofyan, Rabu (23/3).

Untuk mencegah penyebaran virus flu burung (Avian Influenza), Dinas Pertanian dan Peternakan Lampung Utara (Lampura) melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah pedagang ayam di Pasar Sentral dan Pasar Dekon Kotabumi, Rabu (23/3/2016) pagi.

Ia menjelaskan, penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi wabah flu burung yang disebabkan oleh virus avian influenza (AI).

Pihaknya fokus penyemprotan di seluruh los maupun kandang ayam milik pedagang di pasar. “Penyemprotan ini kami lakukan hingga tingkat kecamatan,”ujar Sofyan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved