Libur Paskah
Liburan Paskah Berkah Bagi Pebisnis Maskapai Penerbangan
Lonjakan permintaan ini dirasakan Sriwijaya Air yang harus menambah kursi penerbangan pekan ini.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Liburan Paskah yang berlangsung akhir pekan ini membawa berkah bagi pebisnis pariwisata dan maskapai penerbangan. Maklum saja banyak orang yang memanfaatkan momen ini untuk pulang kampung dan liburan.
Lonjakan permintaan ini dirasakan Sriwijaya Air yang harus menambah kursi penerbangan pekan ini. "Kami menyiapkan kursi tambahan sekitar 960 kursi," kata Agus Soedjono, Senior Manager Public Relation Sriwijaya Air Kamis (24/3).
Misalnya untuk maskapai Nam Air, anak usaha Sriwijaya, menambah kursi di rute Kupang−Maumere dan Surabaya−Denpasar. Sedangkan Sriwijaya Air menambah kursi penumpang di rute Jakarta−Tanjungpandan.
Selain tambahan kursi, Agus mengklaim hampir semua rute yang dimilik maskapai ini mengalami lonjakan jumlah penumpang hingga 10% dari hari-hari biasanya.
Sedangkan menurut Benny S. Butarbutar Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia pihaknya tidak menambah penerbangan tapi mengganti pesawat dengan ukuran lebih besar.
Misalnya yang semula dioperasikan dengan pesawat Boeing 737 menjadi pesawat berbadan besar jenis Airbus A330-200. Pesawat lebih besar ini untuk untuk tujuan ke tempat wisata seperti Denpasar.
Begitu pula maskapai Transnusa yang banyak beroperasi di kawasan Indonesia Timur mencatat kenaikan penupang 10%-15% di rute tertentu seperti Kupang-Alor, Kupang-Larantuka, Kupang-Bajawa dan Denpasar-Ruteng.
Kondisi ini berbanding lurus dengan biro perjalanan seperti PT Panorama Sentrawisata Tbk mengklaim penjualan tiket pesawat dan hotel di libur panjang ini bisa naik 30% dari hari biasanya. "Kalau untuk pesanan paket kami ada lonjakan tapi tidak tinggi," kata AB Sadewa, Vice President Brand and Communication Panorama Group.
Selama liburan Paskah ini menurut Sadewa daerah yang diminati pelancong untuk dalam negeri adalah Bali, Yogyakarta dan Manado. Sedangkan di luar negeri yakni Singapura dan Malaysia.
Hal serupa terjadi di biro perjalanan online Ezytravel. Menurut Noor Aini Rachmawati, Public Relation and Advertising Ezytravel, mengklaim terjadi kenaikan pemesanan hotel hingga 200% dari biasanya. Sedangkan pesanan tiket pesawat banyak terjadi di rute internasional.