Budiono: "Penegak Hukum Harus 100 Persen Yakin sebelum Menahan Tersangka"

Para penegak hukum diharapkan benar-benar yakin 100 persen sebelum melakukan penahanan terhadap tersangka sebuah kasus

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Purna Jaya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Para penegak hukum diharapkan benar-benar yakin 100 persen sebelum melakukan penahanan terhadap tersangka sebuah kasus, khususnya perkara korupsi. Hal ini untuk menghindari kurangnya barang dan alat bukti yang bisa menjadi bumerang bagi para penegak hukum sendiri. Berikut ini news analysis dari dosen Fakultas Hukum Unila, Budiono.

"Saya rasa jika pelaku korupsi tidak ditahan ketika proses penyidikan ataupun setelah mendapatkan vonis dari pengadilan, jangan-jangan ada keraguan baik itu dari hakim ataupun penyidik terkait perkara yang bersangkutan. Walaupun seharusnya, jangan sampai ada keragu-raguan.

Namun, saya curiga memang ada keraguan, diluar suap atau lainnya, misalnya dalam pembuktian yang belum cukup. Karena, jika yang bersangkutan sudah dipenjara atau ditahan, hal itu bisa menjadi bumerang bagi hakim dan jaksa.

Maka, sudah seharusnya para penengak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, hingga pengadilan benar-benar yakni bahwa orang yang akan diproses itu memang bersalah dan bukti-bukti yang dimiliki pun harus sangat kuat.

Para penegak hukum harus benar-benar yakin. Jangan sampai nanti ketika kurang bukti, orang yang ternyata tidak melakukan korupsi malah dijatuhi vonis. Dan bagi hakim pun jangan hanya karena perkara korupsi, meski barang bukti kurang kuat akhirnya memutuskan perkara tidak sesuai dengan logika hukum.

Jangan karena takut disangka bahwa ada sesuatu sehingga hakim menjadi ragu dalam memutuskan suatu perkara."

Penulis: tak ada
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved