Darah Tinggi Faktor Penyebab Ibu Hamil Tewas di Pringsewu
Darah tinggi dan pendarahan, tercatat sebagai penyebab kematian ibu hamil di wilayah Pringsewu.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Darah tinggi dan pendarahan, tercatat sebagai penyebab kematian ibu hamil di wilayah Pringsewu. Ironisnya, kematian ibu hamil (bumil) ini semakin meningkat pada 2016 ini.
Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Purhadi membeberkan jumlah bumil yang meninggal pada dua bulan awal 2016 mencapai enam kasus. Padahal, dua tahun kemarin enam kasus kematian bumil terjadi hanya selama setahun, yakni di 2014.
Sedangkan di satu tahun 2015, sebanyak sembilan kasus kematian bumil. "Sekarang (2016), bulan satu dan dua saja sudah terjadi enam kasus bumil meninggal, dari situ kita berupaya memberi sosialisasi, berupaya menekan angka kematian bumil," ujar Purhadi, Senin (28/3).
Sosialisasi ini menyasar kepada bumil. Berdasarkan pendataan Diskes, jumlah bumil di Bumi Jejama Secancanan saat ini ada 1.426 orang. Oleh karena risiko kematian tanda-tandanya bisa dideteksi sejak dini, Purhadi menyarankan bumil rajin memeriksakan kandungannya.
Sehingga, petugas kesehatan dapat menekan risiko tersebut dengan memberi masukan kepada bumil untuk melakukan tindakan-tindakan yang bisa menetralisir kondisi kesehatannya.
.