Atap Ruang Kelas SMPN Ini Ambruk, Ujian Semester Terganggu

Malamnya kan hujan deras. Mungkin karena hujan itu. Intensitasnya tinggi sehingga gentengnya basah dan bebannya jadi berat.

KOMPAS.com / Andi Hartik
Suasana atap ruang kelas di SMPN 11 Kota Pasuruan yang roboh pada Senin (28/3/2016) sekitar pukul 06.00 WIB. Akibatnya, pelaksanaan ujian semester genap di sekolah tersebut terganggu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PASURUAN - Atap ruang kelas IX di SMPN 11 Kota Pasuruan, Jawa Timur ambruk. Akibatnya, pelaksanaan ujian semester di sekolah tersebut terganggu.

Robohnya atap ruang kelas itu terjadi pada Senin (28/3/2016) sekitar pukul 06.00 WIB. Ada dua ruang kelas yang atapnya roboh total. Sementara satu lainnya hanya roboh sebagian.

"Yang roboh kelas sembilan," kata Kepala Sekolah SMPN 11 Kota Pasuruan, Isnardi saat ditemui Selasa (29/3/2016).

Isnardi mengatakan, malam sebelum atap ruang kelas roboh, hujan melanda cukup deras. Diprediksi, akibat hujan deras itu, bobot atap yang berupa genteng semakin berat dan penyanggah atap tersebut tidak kuat menahan.

"Malamnya kan hujan deras. Mungkin karena hujan itu. Intensitasnya tinggi sehingga gentengnya basah dan bebannya jadi berat," ucapnya.

Beruntung peristiwa robohnya atap ruang kelas itu tidak memakan korban. Sebab, saat peristiwa terjadi siswa masih belum datang. Namun demikian, pelaksanaan ujian semester genap untuk kelas IX menjadi terganggu.

"Kami pindah. Kita oper ruang kelas," katanya.

Terkait atap bangunan yang roboh itu, Isnardi mengatakan dibangun pada tahun 2014 lalu dan selesai pada Desember tahun itu. Lalu pada awal tahun 2015, bangunan lantai dua itu mulai beroperasi.

Ruangan kelas ukuran 7 x 9 meter dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 227 juta.

Saat ini, atap yang ambruk itu sudah mulai dibersihkan untuk diperbaiki. Isnardi mengaku, robohnya atap ruang kelas itu dipastikan tidak akan mengganggu Ujian Nasional (UN) nanti.

"Kalau UN tidak mengganggu. Kita punya 24 ruangan. Kalau hilang dua masih punya 20 ruang," tuturnya.

Menurut dia, pejabat berwenang sudah datang meninjau lokasi tersebut, termasuk Wali Kota Pasuruan Setiyono.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved