Anak Ikut Kursus Nonformal Baik Bila Sesuai dengan Bakat dan Minat Anak

Gaya hidup warga menengah ke atas yang memasukkan anaknya kursus di lembaga - lembaga nonformal, seperti melukis

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Gaya hidup warga menengah ke atas yang memasukkan anaknya kursus di lembaga - lembaga nonformal, seperti melukis, musik, menari, berenang dan lainnya kini menjadi tren di kalangan perkotaan.

Menurut Psikolog Retno Riani, jika dilihat tujuan sebenarnya orangtua memasukkan anaknya ke lembaga non formal agar potensi yang dimiliki anak berkembang dengan baik.

"Bakat yang ada pada diri anak  juga bisa digali sedari kecil sehingga potensi yang dimiliki akan lebih optimal dan terarah ke depannya," paparnya, Rabu (30/3).

"Namun apabila orangtua memaksakan hanya sebagai gaya hidup dan sesuai tren tentu akan memberatkan dan bisa memunculkan stres bagi anak," tutur Retno Riani.

Menggiring anak mengikuti kursus pada prinsipnya baik apabila anak yang meminta dan sesuai keinginan anak. Namun apabila anak mengeluh itu tentu jadi beban dan bukan sesuatu yang sehat.

"Orangtua harus mengingat setiap anak itu memiliki bakat, minat dan kemampuan yang berbeda - beda. Orangtua harus bersikap bijak untuk mengarahkannya agar hasilnya akan menjadi baik bagi anak tersebut," pungkasnya. (eka)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved