Dosen yang Ngamar Bareng Mahasiswi Terjaring di Hotel

FF belum menikah dan merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi...

Editor: taryono
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PROBOLINGGO-Kafe remang-remang di warung Indah di Desa Kebonagung, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, digerebek petugas Polres Probolinggo, Sabtu (2/4/2016) malam.

Di tempat ini, petugas mengamankan pemilik warung, dua pramusaji dan tiga pria pengunjung warung. Selain itu juga diamankan puluhan botol minuman beralkohol.

Kafe tersebut selama ini meresahkan warga sekitar. Anak-anak di sana sering bertanya pada orangtuanya terkait aktivitas di dalam kafe. Suara orang berkaraoke kerap terdengar mulai sore hingga subuh.

Bahkan, puluhan warga Dusun Krajan Kebonagung menandatangani pernyataan agar pihak terkait menutup kafe tersebut, karena tak ingin desanya terkenal dengan kafe maksiat.

Menurut seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, Minggu (4/4/2016), kafe itu bandel. Pernah ditutup Satpol PP, tetapi tetap buka lagi.

Dengan penggerebekan kafe itu, warga sedikit lega karena kafe itu dinilai mengancam anak warga sekitar kafe.

Kasat Sabhara AKP Istono berjanji akan menutup kafe itu karena terbukti menjual miras, dengan terlebih dulu berkoordinasi dengan Satpol PP.

Dosen digerebek

Di Hotel, seorang oknum dosen dan mahasiswi terjaring razia Molimo, Polres Probolinggo, di sebuah hotel kelas melati, Sabtu (2/4/2016) malam.

Tak hanya itu, ada tiga pasangan bukan suami istri dan 6 orang lainnya juga ikut terjaring. Dalam operasi yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB tersebut, Satuan Sabhara Polres Probolinggo langsung bergerak ke hotel Srikandi Kraksaan.

Di hotel melati ini, petugas mendapati HS (40), warga Desa Sumber Katimoho, Kecamatan Krejengan dan FF (22), warga Tlogosari, Bondowoso, di dalam kamar 26. Kepada petugas, HS, mengakui FF sebagai istrinya.

"Dia istri saya, saya juga dosen," kata HS kepada petugas.

Namun, setelah diteliti kartu identitas, keduanya berbeda. Dalam kartu tanda penduduk (KTP) HS berstatus kawin dan pegawai negeri sipil (PNS) di Kementrian Agama.

Sementara, FF belum menikah dan merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Probolinggo. Petugas pun tak bergeming dan membawa keduanya ke mobil Satsabhara.

Polisi kemudian bergeser ke menuju hotel Saragih Kraksaan. Di sini, petugas hanya mendapati kamar hotel yang telah kosong. Sementara di hotel Mawar Paiton, petugas mendapati tiga pasangan bukan suami istri di dalam kamar. Ketiga pasangan ini diduga pasangan selingkuh.

"Sesuai perintah Kapolres, razia kami galakkan untuk memberantas molimo. Kami berhasil mengamankan beberapa pasangan bukan suami istri di dalam hotel. Serta merazia kafe remang-remang di Kebonagung," jelas Istono.

Mereka semua beserta minuman keras kemudian diamankan ke Mapolres Probolinggo. Mereka terancam pasal KUHP tentang pidana ringan dengan hukuman penjara selama tiga bukan.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved