Patut Bangga, Kota Metro Tiga Kali Pecahkan Rekor MURI

Dari catatan Tribun Lampung, setidaknya tiga kali kota ini mencatatkan rekor dalam dua tahun terakhir.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: muhammadazhim
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Wali Kota Metro Pairin (batik hijau) bersama ibu gubernur Lampung Aprilani Yustin Ridho Ficardo (dua dari kiri) menunjukkan piagam rekor MURI, Jumat (1/4). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Metro kembali mengukir prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI). Dari catatan Tribun Lampung, setidaknya tiga kali kota ini mencatatkan rekor dalam dua tahun terakhir.

Mei 2015 lalu, 14 ribu lebih peserta senam keluarga Indonesia berhasil memecahkan rekor MURI di Masjid Taqwa.

Bulan November di tahun yang sama, Bumi Sai Wawai juga menorehkan rekor penari anak usia dini terbanyak. Di mana sebanyak 2.480 anak mengikuti tari bedana dan dicatat MURI.

Baru-baru ini Jumat (1/4), Kota Metro kembali mencatatkan diri sebagai peserta sikat gigi massal terbanyak. Sebanyak 4.320 anak usia dini berhasil memecahkan rekor sikat gigi massal terbanyak di Stadion Tejosari.

Acara yang dimotori Dinas Kesehatan (Dinkes) Metro itu berjalan sukses. Bahkan, perwakilan MURI secara khusus menyebutkan Bumi Sai Wawai sebagai salah satu kota yang secara konsisten memecahkan rekor MURI.

"Tujuan utama kita sebetulnya sosialisasi secara dini kepada masyarakat. Orangtua, terutama anak-anaknya. Dengan memberitahukan pola hidup sehat," tutur Maryati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro.

Ia menuturkan, inti dari sikat gigi adalah upaya mencegah penyakit gigi, mencegah angka kematian bayi dan balita, serta menanamkan kesadaran diri dan dini kepada anak-anak untuk rajin sikat gigi.

"Anak-anak harus sudah diperkenalkan cara menggosok gigi dengan benar sejak dini. Peran orang tua di rumah dan guru di sekolah sangat penting dalam mengajarkan perilaku menjaga kebersihan dan kesehatan," imbuhnya.

Dinas Kesehatan Kota Metro pun berjanji terus mempromosikan penyuluhan tentang kesehatan dengan berbagai cara, untuk menumbuhkembangkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kota Metro saat ini tertantang untuk mempertahankan indeks pembangunan manusia (IPM) 77,53 atau tertinggi dibanding 15 kabupaten/kota lain se-Lampung.

Pun demikian dengan mempertahankan predikat salah satu kota yang memiliki angka harapan hidup tertinggi di tingkat nasional, yakni 72,98 tahun. Sehingga sosialisasi tidak menjadi seremoni. Namun berbuah prestasi.(indra simanjuntak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved