Distanak Klaim Pertanian Aman Meski Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Turun

Meski demikan, distanak mengklaim, jumlah tersebut tidak akan memengaruhi sistem pertanian. Karena, mereka sudah mengambil langkah antisipasi.

Distanak Klaim Pertanian Aman Meski Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Turun
Ilustrasi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Penyaluran pupuk bersubsidi di Lampung Utara (Lampura) masih dilakukan secara manual. ‎

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lampura, Sofyan mengatakan, petani atau kelompok petani membeli pupuk bersubsidi ke kios yang sudah ditunjuk.

Pembelian disesuaikan dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), yang sudah disusun lebih dahulu.

"Pembayaran dalam pembelian pupuk di tingkat petani ke kios secara tunai," jelasnya, Rabu (6/4/2016).

Sedangkan, pembayaran yang dilakukan kios kepada distributor, dilakukan secara tunai atau transfer.

Sofyan menerangkan, ketersediaan pupuk bersubsidi di‎ Lampura tahun 2016, mengalami penurunan. Khususnya, jenis pupuk NPK, yang turun 2.000 ton dari 15.058 ton menjadi 13.058 ton.

Meski demikan, distanak mengklaim, jumlah tersebut tidak akan memengaruhi sistem pertanian. Karena, mereka sudah mengambil langkah antisipasi.

Sementara, Sofyan mengatakan, untuk jenis pupuk lainnya, seperti Urea, SP36, ZA, dan pupuk organik dipastikan aman untuk tahun 2016.

Dia merinci, ketersediaan pupuk tahun 2016, yakni urea sebanyak 20.711 ton, SP36 (3856 ton), ZA (1.780 ton), NPK (13.058 ton), pupuk organik (2.701 ton).

Penulis: anung bayuardi
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved