Jadi Calon Ketum Golkar, Aziz Syamsuddin Tak Sepakat Diminta Rp 20 Miliar

Dia menilai, seharusnya panitia penyelenggara tidak menarik biaya apapun, kepada calon yang ingin bersaing di Munas.

Tribunnews
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Bakal calon ketua umum Partai Golkar Aziz Syamsuddin menilai, rencana panitia penyelenggara Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar untuk menarik Rp 20 miliar kepada calon ketua umum, tidak tepat.

Dia menilai, seharusnya panitia penyelenggara tidak menarik biaya apapun, kepada calon yang ingin bersaing di Munas.

"Idealnya gratis," kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Namun, Aziz enggan terlalu memusingkan rencana penarikan Rp 20 miliar itu. Sebab, rencana itu belum final dan masih bisa berubah.

"Masih wacana," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Aziz pun enggan berandai-andai apakah dia akan menyanggupi setoran Rp 20 miliar, jika wacana itu nantinya benar-benar direalisasikan. Dia memilih menunggu keputusan resmi dari panitia penyelenggara.

"Kita lihat saja perkembangan," kata dia.

Wacana penarikan setoran itu sebelumnya disampaikan Ketua Organizing Committee Munaslub Partai Golkar, Zainudin Amali. Menurut dia, gagasan itu muncul sebagai langkah untuk meminimalkan praktik jual beli suara.

Mengenai munculnya angka Rp 20 miliar, menurut Amali, hal itu belum menjadi keputusan final.

"Maka partisipasi yang diberikan ke daerah di-pool-kan di satu tempat, lalu penyelenggara memberikan ke peserta. Jadi, mereka tidak tahu ini dari calon siapa," kata Amali.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved