Istrinya Disebut Terima Uang untuk Keluarkan Barang Sitaan, Ini Bantahan Wakapolres Tanggamus

Wakapolres Tanggamus Komisaris Nuswanto membantah pengaduan Nofrizal Can kepada Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Ridwan Hardiansyah
Ilustrasi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Wakapolres Tanggamus Komisaris Nuswanto membantah pengaduan Nofrizal Can kepada Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin.

Menurut Nuswanto, keterangan Nofrizal merupakan kebohongan. Pertama, Nofrizal mengaku kakak Hendri. Padahal, mereka hanya rekan bisnis.

"Justru, istri saya itu yang masih bersaudara dengan Hendri, bukannya Nofrizal," katanya, Kamis (21/4/2016).

Kemudian, terkait penyerahan dana dari Nofrizal kepada Eva, yang merupakan istri Nuswanto, itu pun tidak benar.

"Istri saya tidak kenal dengan dia. Saya bersama istri saya berani mengonfrontasi dengan dia di depan kapolda, kalau istri saya kenal dengan Nofrizal," tambah Nuswanto.

Dari kondisi itu, Nuswanto berani membantah jika Nofrizal menyerahkan uang sampai beberapa kali, yang nilainya belasan juta.

Nuswanto juga mengaku, pihak yang berurusan dengan hukum adalah Hendri, bukannya Nofrizal. Nofrizal hanya menitip barang kepada Hendri.

Perkara itu pun sudah diproses sesuai semestinya, termasuk vonis dari pengadilan.

"Hendri diamankan karena surat izin dagangnya berupa suku cadang kendaraan sudah kedaluwarsa, bukan barangnya yang tidak resmi. Setelah izin dagang diperbaharui, itu jadi pertimbangan putusan hukum," terang Nuswanto.

Sebelumnya diberitakan, Nofrizal Can, warga Bekasi, mengadu ke Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin di Terminal Rajabasa, Kamis (21/4/2016).

Nofrizal mengeluhkan kinerja penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung yang menangani perkaranya.

Nofrizal menceritakan, adiknya bernama Hendri ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, saat minum kopi di warung di daerah Telukbetung, pada April 2015 lalu.

Menurut Nofrizal, adiknya ditangkap karena diduga membawa ratusan suku cadang mobil tanpa izin penjualan.

Suku cadang itu, tutur Nofrizal, adalah miliknya yang bernilai Rp 300 juta.

"Adik saya bawa suku cadang itu untuk ditaruh di toko agar dijual," ucap Nofrizal.

Setelah ditangkap dan diperiksa, Hendri dilepaskan. Namun, suku cadang tetap disita polisi.

Menurut Nofrizal, Hendri kenal dengan istri Wakil Kepala Polres Tanggamus bernama Eva.

Eva mengaku bisa mengeluarkan suku cadang dari tangan polisi, dengan syarat menyerahkan uang Rp 15 juta.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved