Keluhkan Kinerja Direskrimsus Polda Lampung, Nofrizal Mengadu ke Brigjen Ike Edwin

Nofrizal Can, warga Bekasi, mengadu ke Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin di Terminal Rajabasa, Kamis (21/4/2016).

Penulis: wakos reza gautama | Editor: soni

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Nofrizal Can, warga Bekasi, mengadu ke Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin di Terminal Rajabasa, Kamis (21/4/2016). Nofrizal mengeluhkan kinerja penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung yang menangani perkaranya.

Nofrizal menceritakan, adiknya bernama Hendri ditangkap oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung saat minum kopi di warung di daerah Telukbetung, pada April 2015 lalu.

Menurut Nofrizal, adiknya ditangkap karena diduga membawa ratusan suku cadang mobil tanpa izin penjualan. Suku cadang itu, tutur Nofrizal, adalah miliknya yang bernilai Rp 300 juta. "Adik saya bawa suku cadang itu untuk ditaruh di toko agar dijual," ucap Nofrizal.

Setelah ditangkap dan diperiksa, Hendri dilepaskan namun suku cadang tetap disita polisi. Menurut Nofrizal, Hendri kenal dengan istri Wakil Kepala Polres Tanggamus bernama Eva. Eva mengaku bisa mengeluarkan suku cadang dari tangan polisi dengan syarat menyerahkan uang Rp 15 juta.

Hendri menyerahkan uang tersebut ke Eva. Namun suku cadang tidak keluar juga. Eva kembali meminta tambahan uang sebesar Rp 10 juta. Uang itu diberikan lagi ke Eva. Eva, kata Nofrizal, menyatakan suku cadang sudah bisa diambil. Namun hal itu gagal. Untuk yang ketiga kalinya, Eva menelepon minta tambahan uang lagi sebesar Rp 5 juta. "Uang diberikan tapi suku cadang saya tidak juga keluar," kata Nofrizal.

Kesal, Nofrizal melaporkan masalah ini ke Mabes Polri. Usai melapor ke mabes, kata Nofrizal, penyidik menetapkan Hendri sebagai tersangka. "Ini kan aneh. Adik saya dijadikan tersangka setelah berbulan-bulan dari ditangkap," kata dia.

Keanehan lainnya, ujar Nofrizal, surat panggilan Hendri sebagai tersangka dijerat pasal dalam UU Perkebunan. "Apa hubungannya kasus suku cadang mobil dengan perkebunan," jelasnya. Kasus ini akhirnya tetap berlanjut ke pengadilan.

Nofrizal mengatakan, majelis hakim memutus Hendri tidak bersalah dan membebaskan Hendri dari dakwaan. Atas putusan majelis hakim, jaksa penuntut umum mengajukan kasasi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved